Traveling

Selamat Hari Minggu Setiap Hari

September 11, 2012

Selamat menjelang pagi. Postingan kali ini benar-benar sudah saya niatkan untuk dibagi jika acara hari minggu pagi yang saya rencanakan dapat terwujud. And voila, it happened!! 🙂

Awalnya saya hanya bisa membayangkan hal-hal seru apa saja yang bisa saya lakukan saat akhir minggu (weekend) datang. Karena pada masa-masa beradaptasi di perantauan ini tidak semudah yang saya bayangkan. Saya kira dengan saya tinggal sendiri dan jauh dari orang tua maka saya bisa berbuat bebas sesuka hati saya, namun pada kenyataannya tidak. Saya semakin terikat dengan berbagai kewajiban yang harus saya tangani sendiri, tinggal sendiri itu benar-benar mandiri. Ada kewajiban rumah (baca : kos) yang tidak bisa saya tinggal begitu saja jika hari libur datang. Memang beberapa pekerjaan rumah merupakan ‘fasilitas’ dari kos tapi saya harus belajar untuk menanganinya sendiri, karena saya benar-benar tidak dapat membayangkan bagaimana kondisi rumah saya sendiri nanti jika saya tidak bisa apa-apa hehe..

Singkatnya ini rencana sederhana di hari minggu pagi saya, saya harus bangun pagi dan berenang. Yapp berenang memang hobi saya dan hobi saya ini terakhir kali saya lakukan 6 bulan yang lalu di hotel tempat saya menginap pada saat training (akan saya ceritakan di lain waktu). Bukan bermaksud sombong, tapi pada saat saya datang pertama kali di Jakarta, saya benar-benar tidak tahu dimana kolam renang terdekat dari tempat tinggal saya (yang ternyata sangat dekat tapi saya belum tahu lokasi persisnya). Alhamdulillah saya berhasil bangun pagi walaupun baru tidur setelah lewat tengah malam. Saya baru mempersiapkan barang-barang yang harus dibawa pada minggu pagi seperti baju renang, handuk, peralatan mandi dan baju ganti. Karena ini kali pertama saya pergi sendiri pagi-pagi, saya benar-benar mengaplikasikan ilmu safety dari kantor, saya pergi memakai kaos, celana jeans, kaos kaki dan sepatu, tentunya berjilbab serta memakai jaket “Jejak Kaki” (yang didesain oleh adik saya) untuk keamanan ganda hehe.. Keluar dari kos, saya menyempatkan untuk membeli roti dan susu untuk sarapan atau pengganjal perut di waktu break saat saya berenang nanti. Lalu berjalan kaki menuju halte busway terdekat “Benhil”. Sesampainya di halte, antrian menuju Gelora Bung Karno masih sedikit orang sedangkan yang arah Bundaran HI (Hotel Indonesia) sudah panjang. Saya pun ikut mengantri dan melihat aktivitas di luar halte yang membuat saya punya rencana untuk weekend-weekend berikutnya.

20120911-001833.jpg

Another Weekend Plan

Iyap betul, car free day benar-benar indah sehingga banyak warga Jakarta yang memanfaatkan untuk bersepeda bersama keluarga, teman, sahabat, kerabat dan lain sebagainya. Saya langsung menjadwalkan bersepeda untuk hari sabtu minggu pagi selanjutnya. Saya berencana untuk bersepeda di sabtu-minggu pagi sebagai pemanasan sebelum mengikuti acara bersepeda bersama dengan teman-teman kantor yang rutin diadakan tiap bulan. Namun tiba-tiba saya teringat pernah berdiskusi dengan salah satu pengurus acara sepedaan bareng teman-teman kantor sebut saja Pak De. Saya : “Pak De, saya mau ikut acara sepedaan itu. Kira-kira berapa meter setiap kali bersepeda”. Dan Pak De dengan santainya menjawab, “Paling dekat itu cuman sekitar 10 kilometer kadang bisa juga 20 kilometer kalau sambil istirahat sebentar ngopi-ngopi”. Setelah mendengar jawaban beliau, saya langsung mengurungkan niat hahaaa benar-benar labil. Bentuk labil saya yang lain adalah ketika menentukan di halte apa saya akan turun, antara Halte Bung Karno atau Bundaran Senayan. Karena semalam saya sudah browsing nama kolam renang yang ada disana adalah Krida Loka Senayan, maka saya dengan percaya diri turun di Halte Bundaran Senayan. Saat turun di halte tersebut ternyata saya berada jauh dari lokasi yang ingin saya tuju. Di depan saya ada LotteMart, Ratu Plasa dan gedung-gedung lainnya. Baiklah saya ambil busway ke arah sebaliknya untuk kembali ke jalan yang benar eh maksud saya kearah Gelora Bung Karno. Kali ini sepertinya saya beruntung dapat bus yang baru, bersih dan sepi! Sehingga saya bisa duduk, namun sayang di halte berikutnya saya harus turun. Sesampainya di depan pintu gerbang Senayan, saya sempatkan mengambil beberapa foto yang sempat saya edit sedikit sehingga nampak seperti bangunan cagar budaya hahaa..

20120911-001843.jpg

Salah Satu Benda Cagar Budaya di Tahun 2050 hehe..

20120911-001849.jpg

Kondisi Taman di Area Senayan

Setelah berjalan sekitar 200 meter dari pintu gerbang saya melihat patung seorang pria dengan baju jaman dahulu yang sedang mengangkat busur tinggi-tinggi namun tanpa anak panah padahal tangan kanannya sudah dalam posisi siap memanah. Saya tidak tahu apa nama patung itu karena tidak tertulis di marmer yang ada dibagian bawah, hanya ada tulisan “Selamat atas diresmikannya dll … (dan lainnya lupa :p)” serta dituliskan terjemahannya dalam bahasa inggris. Saya tetap yakin bahwa saya akan menemukan lokasi kolam renang dengan cepat dan segera melakukan warming-up sebelum masuk ke kolam. Namun keyakinan itu memudar, pada saat saya bertanya lokasi Krida Loka pada salah satu penjual jajanan yang ada disana. Ternyata saya tadi masuk dari Pintu 6, sedangkan Krida Loka ada di daerah Pintu 3. Oke saya melakukan pemanasan dengan berjalan kaki sekitar 15 menit di area Senayan hanya untuk menemukan lokasi Krida Loka. Saya sudah menemukan lokasinya namun ternyata Kolam Renang Krida Loka ini menggunakan model “One Gate System” (terdengar seperti lokasi perumahan hehe). Dan saya berjalan mengikuti pagar yang memutari Krida Loka dari arah Gelora Bung Karno hingga pintu depan sekitar 10 menit. Sampai pintu depan saya masih harus berjalan memutari Krida Loka yang ternyata Pintu Masuk Utama nya menghadap ke belakang (arah GBK). Okesipp 5 menit untuk jalan cepat karena saya sudah tidak sabar untuk menceburkan diri. Dan saya rasa mungkin karena warming up saya sudah cukup untuk langsung berenang tanpa basa-basi. Hehe lumayan 30 menit jalan keliling setengah GBK. Oh iya, biaya masuk yang dikenakan pada pengunjung sebesar 15 ribu rupiah dan saya langsung teringat kolam renang tempat saya berlatih dulu (KONI Surabaya) harga tiket masuknya juga sebesar itu. Saya sudah bisa membayangkan bagaimana model kolam renang yang ada di dalam, pasti yang biasa dipakai untuk perlombaan nasional ataupun internasional. Untuk tujuan diving, biaya masuk sebesar 20 ribu karena kata Bapak penjual tiket kolamnya berbeda. Saat berjalan menuju kolam, saya diberi tahu penjaga kantin bahwa kolam umum ada di belakang jam besar, yang didepan jam hanya untuk atlit. Biasanya kalau dilarang begitu saya malah penasaran untuk melihat dan akan mencobanya, kan saya juga atlit (tapi dulu hehe..). Faktanya saya hanya melihat kolam “atlit” itu dan tidak sabar untuk mulai berenang secepatnya di kolam umum. Dan saya masih melakukan pemanasan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ketika saya berada didalam air. Selesai pemanasan, saya turun ke kolam dan tetap melakukan pemanasan seluruh anggota tubuh agar siap mencoba kolam sepanjang 50 meter itu. 10 menit pemanasan di dalam air dan saya merasa siap untuk mencoba 50 meter. Kenyataan kali ini benar-benar tidak sesuai dengan harapan hehe harapan saya telalu tinggi, saya sudah ngos-ngosan di meter 25 hehe.. Saya mencoba menenangkan diri dengan memberikan sugesti pada diri sendiri “ini pasti gara-gara ga pake kacamata renang, karena ga bisa liat jelas di air jadi cepet capek”. Saya pun kembali berenang ke arah start awal tadi lalu naik untuk minum dan makan roti yang sudah saya beli tadi. Sembari menikmatinya saya sekaligus menghubungi adik saya, yang bisa saya tebak pasti masih tidur di minggu pagi ini. Saya bercerita panjang lebar tentang hari ini pada adik saya dan ayah ibu saya yang kebetulan mendengar suara saya karena adik saya mengaktifkan loudspeaker pada handphone nya. Saya juga menceritakan beberapa rencana weekend saya kepada keluarga saya, entah acara apa yang akan terwujud tapi saya sudah menyiapkan rencana :). Beberapa foto juga saya kirim via email atau jejaring komunikasi yang lain yang menghubungkan saya dan keluarga saya. Foto-foto dibawah ini merupakan hasil jepretan saya dan saya edit sedikit untuk menggabungkan beberapa foto agar lebih mudah untuk dilihat.

20120911-001854.jpg

Kolam Renang Untuk Umum

20120911-001906.jpg

Kolam Renang Untuk Snorkeling, Selam, Loncat Indah, dsb.

Rasanya senang begitu menemukan Krida Loka ini, sepertinya saya bisa mengisi weekend saya kedepannya. Pada salah satu gambar diatas, Nampak Krida Loka dari arah pintu gerbang Kolam Renang Krida Loka yang ternyata pintu masuk utama menuju kolam renang berada dikebalikannya. Setelah menemukan kepuasan batin dengan berolah raga sesuai dengan hobi, saya pulang dengan semangat dan senyum mengembang :). Pada saat keluar pintu gerbang Krida Loka mata saya tertuju pada Pameran Potensi dan Teknologi Kelautan – Perikanan (Indonesia Marine Fishery Industries) yang berjarak hanya sekitar 50 meter. Saya benar-benar tertarik karena teringat pada Profesor yang membimbing Tugas Akhir saya spesialis di bidang itu. Entah mengapa pagi tadi saat saya melewatinya tidak tertarik sama sekali dan sekarang saya penasaran ingin tahu apa yang ada didalam tenda putih itu.

20120911-001917.jpg

Tenda Putih Lokasi Pameran, Gedung Pencakar Langit dan Stand Ditjen P2HP

Ternyata di dalamnya tidak hanya pameran teknologi yang digunakan dalam dunia kelautan-perikanan saja namun segala potensi kelautan-perikanan yang ada di seluruh Indonesia. Saya sempat tertarik untuk membeli aksesoris berupa bros yang dibuat dari sisik ikan (kata mbak penjualnya dari sisik ikan gurami, kerapu, dll.) namun karena ukurannya yang besar saya tidak jadi membelinya :(. Ada panggung hiburan juga diujung tenda bagian belakang dan sepertinya seluruh stand mulai menjual seluruh dagangannya dengan harga promosi. Saya kembali tertarik ketika menemukan sebuah stand yang menjual Tuna fillet, Salmon, Mackerel dan ikan-ikan lainnya yang akan sangat lezat jika dimasak dengan bumbu yang tepat dan cara yang tepat. Banyak orang antri pada stand tersebut, sebenarnya saya juga ingin mengantri tapi percuma saya beli nanti siapa yang akan memasak ikannya. Apa harus dikirim ke Surabaya dulu terus dibalikin Jakarta biar bisa dimakan hehe mau minta tolong ke Ibu biar dimasakin 🙂

Selain itu, saya juga menemukan inspirasi untuk akuarium mini saya, calon akuarium mini tepatnya. Jadi sebelum saya punya akuarium, saya masih mencari desain akuarium yang cocok untuk kamar kos saya atau kalau bisa di taruh meja kantor cukup seru untuk menambah hiburan lain di meja kerja saya selain mini teddy bear yang sudah ada hehe.. Saya melanjutkan berkeliling stand yang ada pada pameran tersebut dan menemukan stand UKM yang menjual beberapa item, seperti : Madu Hutan Sialang Riau, Dodol Stroberi dan Manisan Stroberi. Akhirnya saya membeli manisan stroberi untuk di bawa ke kantor hari senin, yang ternyata manisannya tidak hanya manis tapi juga ada rasa asam (jadi ini manisan asam atau manisan asam jawa hehe..)

20120911-001900.jpg

Jenis Ikan Hias yang OK dan Stand Hasil Olahan Laut Indonesia

20120911-001911.jpg

Manisan Stroberi

Setelah puas keliling stand, saya baru merasa lelah dan akhirnya saya bertanya pada security dimana lokasi busway terdekat dan halte terdekat adalah Halte Semanggi yang kalau kita berhasil melalui ‘jalan tak berujung’ maka halte tersebut bisa tembus ke Halte Benhil. Membayangkannya saja sudah cukup membuat makin lelah, akhirnya saya putuskan untuk kembali melalui Halte Bung Karno. Hampir setengah jalan, saya baru sadar kalau saya lanjutkan saya bisa towaf (keliling) 1 putaran GBK. Sempat menyerah dan memutuskan untuk naik ojek yang ternyata baru ada saat mendekati gerbang keluar yang sudah dekat Halte Polda. Oh iya saya belum menjelaskan rute busway, jadi dari Halte Benhil – Halte Polda – Halte Gelora Bung Karno – Halte Bundaran Senayan. Jadi kalau saya naik busway hanya 2 menit didalam bus langsung sampai. Saya tidak jadi naik ojek karena dengan harga yang lebih murah bisa naik taksi. Pada saat saya akan memberhentikan taksi saya mengurungkan niat, karena entah karena apa jalaur lambat begitu macet :(. Dan alternatif terakhir dimenangkan oleh transportasi umum ‘Transjakarta’. Saya pulang dengan busway dan kurang dari 2 menit sudah turun di Halte Benhil. Karena sudah lelah, saya naik ojek dari halte menuju warung makan untuk membungkus makan siang lalu beristirahat di kamar kos tercinta.

Saya sangat mencintai aktifitas apapun di hari minggu, minggu itu benar-benar akhir dari hari libur namun awal dari hari aktif. Benar-benar hari yang pas untuk menentukan mood di minggu-minggu berikutnya. Tetap semangat, tetap jalan-jalan. Anyway, rencana weekend saya selain berenang dan bersepeda adalah pergi ke Bandung, mengunjungi Kebun Binatang Ragunan, Jalan-jalan ke Pulau Seribu. Untuk alternatif yang lain akan ditambahkan di lain waktu. Have a nice night 🙂

 

 

 

 

 

 

 

 

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply