Ringkasan Ilmu

Izinkan Aku Mengenalmu

October 15, 2014

Ya, judul yang menarik bukan, sampai-sampai AQL  malam itu penuhnya luar biasa pada saat sholat isya. Satu jam sebelum kajian dimulai. Entah karena pembicaranya seorang Ustadz yang favorit atau memang topik yang dipilih teman-teman APWA untuk kajian MMA (Majelis Malam Ahad) ini sangat menarik. Sedikit info mengenai MMA, kajian ini merupakan kajian rutin bulanan setiap sabtu malam di minggu kedua. Kajian malam itu diisi oleh Ustadz Bendri Jaisyurrahman, yang kamis kemarin malam (9 Oktober 2014) diminta Ustadz Bachtiar Nasir karena beliau sedang berhalangan hadir untuk mengajar di Kelas Tadabbur Quran. Maka jadilah dalam seminggu ini, saya mengikuti 2 kajian dari Ustadz Bendri yang alhamdulillah temanya berbeda. Untuk kajian kamis malam kemarin, akan saya tulis di postingan berikutnya.

Sebenarnya judul kajian semalam memiliki versi lengkap yaitu “Izinkan Aku Mengenalmu, Panduan Lengkap Proses Ta’aruf”. Berikut hasil catatan yang saya tulis ulang dari kajian semalam. Semoga bermanfaat. Jika ada koreksi ataupun catatan, silahkan menambahkan di kolom Comment. Terimakasih.

‎يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. [ Surat Al Hujurat [49] : 13 ]

Mengapa Harus Ta’aruf
Sebenarnya ada banyak cara untuk mengenal seseorang yang kemudian dilanjutkan ke jenjang pernikahan. Ta’aruf merupakan salah satu wasilah (cara) yang dapat ditempuh. Untuk mencapai tujuan yang baik, bukankah harus dengan kendaraan yang baik.

‎انْظُرْ إِلَيْهَا، فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا
“Lihatlah wanita tersebut, karena dengan seperti itu akan lebih pantas untuk melanggengkan hubungan diantara kalian berdua (kelak).” (HR. Tirmidzi dishahihkan oleh albani)

Hadits ini ada berdasarkan kisah Shohabiyah yang minta izin cerai kepada Nabi Muhammad SAW karena tidak senang dengan wajah suaminya. Shohabiyah menerima pinangan suaminya tanpa mengetahui wajahnya karena yang ia dengar calon suaminya itu agamanya baik. Nabi memperbolehkan cerai itu karena Shohabiyah takut tidak dapat taat pada suaminya karena wajah dan tinggi badan suaminya. Sehingga ia pun bersedia untuk mengembalikan mahar pernikahannya yang berupa kebun kepada suaminya.

Ada empat pintu di surga yang dapat wanita masuki nantinya, yaitu dengan sholat lima waktu, puasa ramadhan, menjaga kemaluan dan taat pada suami.

‎تُنْكَحُ النِّسَاءُ لِأَرْبَعَةٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَلِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Wanita itu (menurut kebiasaan yang ada, pent.) dinikahi karena empat perkara, bisa jadi karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang memiliki agama agar kamu beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tujuan Menikah
– Sakinah = Kenyamanan – dicintai
Nyaman secara psikis, berkah, merasa betah di tempat yang ditinggali, contoh : suami/istri yang tidak sabar ingin segera pulang

– Mawaddah = Bergairah – tertarik secara fisik
Kepada suami/istri bukannya malah ghodul bashar (menjaga pandangan), itu salah.
Tidak berkholwat, ikhtilat dengan lain jenis, ataupun chatting melalui social messenger seperti wa, bbm, line. Batas untuk chatting adalah apa-apa yang ditakutkan ketika pesan tersebut diketahui orang lain, maka itu dosa.

– Rahmah = Kasih sayang – saling mencintai (Ar Ruum : 21)
‎وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” [Ar-Rum 21]

Ada 4 pintu masuk surga yang bisa dipilih oleh wanita yaitu dengan sholat lima waktu, puasa ramadhan, menjaga kemaluan dan taat pada suami.

– Barakah = Bertambahnya kebaikan (HR. Ahmad)
‎‫بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ‬
“Semoga Allah memberikan berkah kepadamu (dalam keadaan baik dan sebaliknya) serta mengumpulkan kamu berdua dalam kebaikan.” (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Tirmidzi, Darimi 2:134, Hakim, Ibnu Majah dan Baihaqi)

Ta’aruf adalah jalan mula untuk mencapai keempat hal tersebut. Tapi ingat, ta’aruf bukanlah jalan satu-satunya.  Dengan ta’aruf ada syarat yang mengikat dan fasilitator yang paham. Tujuannya demi menjaga suatu keberkahan dalam koridor syar’i.

Ta’aruf BUKAN pacaran
– Jangan terjebak dengan istilah
– Jika rumah tangga berkah, maka prosesnya juga harus sesuai dengan syariat
‎- لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ وَ مَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ
“Sekali-kali tidak boleh seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahramnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tipu Daya PACARAN
– Mengenal lebih dekat PADAHAL ajang tipu menipu
– Serius mau nikah PADAHAL coba-coba
– Merasa memiliki PADAHAL statusnya gak jelas
– Memotivasi PADAHAL menghancurkan kehidupan

Tujuan TA’ARUF
– Melihat fisik (harta dan kecantikan) – sekilas
harta dan kecantikan tak perlu dilihat secara mendetail, karena seperti kita tahu cantik/tampan itu relatif tapi jelek itu mutlak hehe..

– Melihat non fisik (agama dan keturunan) – detail
Lihat nasabnya.

– Agama dan keturunan mempengaruhi KARAKTER seseorang
Bedakan antara agama dan akhlak, itulah mengapa agama dan keturunan harus dilihat detail tidak seperti harta dan kecantikan. Agama dilihat berdasarkan faktor-faktor spiritualitas ibadah, sedangkan akhlak/khuluk didapat berdasarkan faktor pengasuhan (pola asuh). Karakter seseorang dipengaruhi di usia 0-15 tahun.

– Jauhilah oleh kalian khodro’al diman – si hijau di kubangan kotoran (HR. Daruquthni)
Misal seseorang yang cantik/tampan tapi diasuh oleh orang yang memelihara bid’ah.

Melihat AGAMAnya
– Kenali siapa temannya
الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang tergantung agama teman dekatnya, maka hendaklah kalian memerhatikan siapakah teman dekatnya.” (HR. Ahmad)
– Khalil = teman dekat
– Seseorang belum dikatakan mengenal saudaranya apabila ia belum melakukan satu di antara tiga hal berikut: bepergian bersamanya (safar), menginap di rumahnya, atau melakukan muamalah (transaksi hutang-piutang) dengannya. [Umar bin Khattab]
– Selain itu dapat pula dilihat berdasarkan buku bacaan yang sering dibaca, referensi buku bacaannya. Following di twitter juga dapat digunakan sebagai parameter untuk melihat karakternya (siapa yang di follow, apakah ulama, artis, pemain sepak bola, apakah yang bersifat mubah dan sia-sia).
Compare juga di organisasi mana dia aktif (contoh: @pejuangsubuh)

Melihat Keturunannya
– Mengenal siapa orang tuanya. Apakah ia dekat dengan mahromnya (Ibu, Ayah, Kakak/Adik)
– Mengenal Pola Asuh dalam keluarga
– Lihat kedekatan terhadap Ibu dan Ayah
– Dekat dengan Ibu = empatik dan peka
– Dekat dengan Ayah = tegas dan logis
– Berdasarkan data saat ini, karakter anak SD sekarang 75% kebanci-bancian dikarenakan kehilangan karakter ayah. Hilangnya sosok pemimpin yang dapat dijadikan contoh.

Proses Saat Ta’aruf
– Jangan terlalu asyik dengan VISI – semua visi umumnya baik. Ketahui visi untuk mengetahui cara pandangnya.
– Pahami pola karakternya – dibentuk dari kebiasaan
– Libatkan teman dekat
– Lebih utama cari kebaikan daripada keburukan
‎- إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ إِلَي مَا يَدْعُوهُ إِلىَ نِكَاحِهَا فَلْيَفْعَلْ
“Bila seorang dari kalian meminang seorang wanita, lalu ia mampu melihat dari si wanita apa yang mendorongnya untuk menikahinya, maka hendaklah ia menikahinya.” (HR Abu Dawud)
– Ta’arauf antarkeluarga
– Menyembunyikan proses sebelum akad, jangan vulgar
– Penuhi hak orang terkait
– Sering-sering istighfar

Pastikan ‘Karakternya’ tanyakan tentang bangun setiap harinya,
Liat run down hariannya.
Apakah ia pernah marah, alasan marahnya dan bagaimana ia meluapkan amarahnya.
Apakah ia pernah sakit hati dan kenapa.
Kalau ia mendapat masalah, bagaimana caranya mengatasinya.
Ungkapkan bahwa tidak suka dengan ucapan dengan nada/desibel tinggi.
Hal-hal diatas perlu diketahui, bukan dikarenakan untuk mencari-cari kekurangan namun untuk mengantisipasi kekurangannya dan memahami pola karakternya. Ingat, menikah bukan untuk menggadaikan diri kita.

Pada proses ta’aruf wajib membawa teman dekat, kalau tidak ada ajak keluarga dekat (adik/orang tua). Jika ada pertanyaan mengenai sang calon, jawab dengan jujur. Karena pada kita lah pertanggungjawaban mengenai jawaban yang diutarakan.

Cari apa saja karakternya yang membuat kita nyaman, seperti sabar, humoris, dll. Buat poin-poin.
Catat pula hasil ta’aruf, berdasarkan pengakuan teman dan buat mind-mapping.
Selesaikan segala PR pada saat proses ta’aruf, contohnya kepada orang terkait/terdekat (ibunya, paman, dll.)
Sering-sering beristighfar setiap saat. Karena salah satu penghambat jodoh adalah dosa-dosa yang tidak diketahui. Doa Mohon Ampunan Dan Rahmat (Doa Nabi Adam Dan Hawa’)

‎رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ
“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Al A’raaf [7] : 23)

Istikharah
– Hati bersih belum terkena virus cinta. Bersih, jaga perasaan. Kalau sudah ada rasa jadinya sholat hajad.
– Hindari kontak selama istikharah
– Bawa hasil ta’aruf kepada Allah, kalau perlu bikin mapping. Ketika curhat, ceritalah pada Allah, berkeluh kesah hanya padaNya
– Minta pendapat orang-orang shalih
– Jangan terburu-buru tapi juga jangan menunda-nunda

Hasil Akhir
– Tujuan akhir mengumpulkan data. Bukan mencari yang sempurna, namun mencari yang bisa diantisipasi kekurangannya
– Baru jodoh kalau sudah akad. Maka sebelum itu terjadi masih terikat dengan syariat
– Jika tak mau lanjut, segera sampaikan. Jangan kasih PHP
– Tak perlu beri alasan. Sebab semua sifatnya PRIVAT
– Tak perlu umbar ke publik tentang ‘dia’

Buat SWOT tentangnya (Strength, Weakness, Opportunity, Threat)
Buat Data serta skala prioritas (yang disuka, yang dibenci)

Akhirnya
Sebelum menikah, kita memilihnya karena …
Setelah menikah, kita mencintainya walaupun …

Sesi Diskusi
Mana yang lebih dulu dilakukan, apakah khitbah atau ta’aruf ?
Tahapan untuk menikah itu ta’aruf dulu baru khitbah, bukan sebaliknya. Khitbah adalah puncak dari ta’aruf. Dalam proses ta’aruf boleh boleh melakukan interaksi seperti SMS-an, whatsapp, bbm-an. Namun baiknya masih tetap menjaga batasan untuk menjaga proses tersebut. Atau meminta fasilitator sebagai penengah. Seperti yang telah dijelaskan diatas, ketika apa yang didiskusikan itu takut diketahui orang lain maka itu sudah termasuk dosa.

Bagaimana batasan khitbah dan menikah?
Batasan khitbah dan menikah itu, pada dasarnya tidak ada batasannya tapi “On Progress” yaitu jelas, tidak menunda-nunda dan tidak menggantung. Ada juga yang lebih lama dari yang lain karena suatu hal, ketika salah satu pihak keluarga kurang setuju sehingga diperlukan proses tambahan.
Seperti kita akan makan, maka kita akan mencari makanan yang halalan thoyyiban, begitupun proses kita tetaplah halal dan beretika.

‎والله أعلمُ بالـصـواب

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply