Ringkasan Ilmu

Siapkah Anda Menghadapi Kehidupan Setelah Mati ??

October 28, 2014

Kamis, 9 Oktober 2014. Saya dan teman kantor saya menuju AQL dengan harapan menanti kelanjutan tadabur quran Al Baqarah 121. Sesampainya di AQL, jamaah sholat maghrib tidak seramai biasanya. Yang ikut buka bersama pun tak sebanyak kamis-kamis sebelumnya. Saat makan malam di Maida, saya mendengar kabar dari meja sebelah bahwa Abi tidak bisa datang malam ini. Yap, Abi adalah panggilan untuk Ustadz Bachtiar Nasir dikarenakan acara Tahfidz Cilik yang ditayangkan di RCTI pada 2x ramadhan yang lalu. Mencoba konfirmasi ke teman-teman panitia Tafakkur Camp, dan iya UBN malam itu tidak dapat berbagi ilmu karena sedang berada di luar kota. Sebagai penggantinya, Ustadz Bendri Jaisyurrahman mengisi kelas kamis malam. Ust. Bendri mengatakan beliau akan mengisi kelas kamis malam itu sesuai kapasitasnya, dan tidak akan merubah kurikulum tadabbur quran sesuai yang UBN ajarkan. Berikut adalah ringkasan materi yang Ust. Bendri berikan malam itu. Jika ada kesalahan tulis atau lainnya, silakan menanggapi melalui kolom ‘Comment’ dibawah. Terimakasih.

Tadzkiroh = peringatan

Ketauhilah kehidupan dunia itu hanyalah menipu. Sesungguhnya seseorang tidak bisa menunda kematiannya.

Kematian itu pasti, sesuai yang tertulis pada surat Al Ankabut ayat 57, dibawah ini

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.”

Ingat mati agar selalu beramal yang terbaik (Al Mulk: 2)

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (Al Imran: 147)
– israfna: berlebih-lebihan

Apa yang terjadi setelah kita mati –kekal

1. Alam Kubur
– Proses penantian sebelum datang kiamat
– Keberuntungan bagi seorang mukmin

2. Hari Kebangkitan
– Dimulai dengan kematian massal (QS. Az Zumar: 68)

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ

“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).”

– QS. Yaa Siin: 51

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ

“Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.”

3. Padang Mahsyar
– QS. Ibrahim: 48

‎يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ ۖ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ

“(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.”

– Ada 7 golongan yang beruntung, beberapa diantaranya adalah pemimpin yang adil, pemuda yang tidak berzina serta mencintai karena Allah

4. Yaumul Hisab
– Dihitung semua amal didunia

‎(فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا (٨) وَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُورً (٩) وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ (١٠) فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا (١١) وَيَصْلَى سَعِيرًا (١٢

“Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka dia akan berteriak: “Celakalah aku”. Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS. Al Insyiqaq: 8-12)

– Tidak bisa menghindar dan berbohong

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

“Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun” (QS. Al Kahfi: 49)

5. Yaumul Mizan (Timbangan)

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS. Al Anbiya: 47)

– Orang kafir langsung dimasukkan ke neraka

6. Berkumpul di Haudh (telaga)
– Sesungguhnya setiap Nabi mempunyai telaga dan sesungguhnya mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan lebih banyak pengikutnya diantara mereka dan sesungguhnya Nabi Muhammad mengharapkan agar menjadikan pengikutnya yang lebih banyak. (HR. Bukhari Muslim)

7. Ujian Keaslian Iman

يَوْمَ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ لِلَّذِينَ آمَنُوا انْظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِنْ نُورِكُمْ قِيلَ ارْجِعُوا وَرَاءَكُمْ فَالْتَمِسُوا نُورًا فَضُرِبَ بَيْنَهُمْ بِسُورٍ لَهُ بَابٌ بَاطِنُهُ فِيهِ الرَّحْمَةُ وَظَاهِرُهُ مِنْ قِبَلِهِ الْعَذَابُ

“Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: “Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu”. Dikatakan (kepada mereka): “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)”. Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa.” (QS. Al Hadid: 13)

8. Shirath
– Shirath adalah jembatan yang dibentangkan di atas neraka jahannam, untuk diseberangi orang-orang mukmin menuju Jannah (Surga).
“Telah sampai kepadaku bahwasanya shirath itu lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari pedang.” (HR. Muslim)
“Ada yang melewati shirath laksana kejapan mata dan ada yang seperti kilat, ada yang seperti tiupan angin, ada yang terbang seperti burung dan ada yang menyerupai orang yang mengendarai kuda, ada yang selamat seratus persen, ada yang lecet-lecet dan ada juga yang ditenggelamkan di neraka jahannam.” (HR. Bukhari Muslim)
– Perbanyak silaturahim

9. Jembatan Surga dan Neraka
“Seorang mukmin akan dibebaskan dari api neraka, lalu mereka diberhentikan di atas jembatan antara Jannah (surga) dan neraka, mereka akan saling diqhisash antara satu sama lainnya atas kezhaliman mereka di dunia. Setelah mereka bersih dan terbebas dari segalanya, barulah mereka diizinkan masuk Jannah. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya, seorang diantara kalian lebih mengenal tempat tinggalnya di Jannah daripada tempat tinggalnya di dunia.” (HR. Bukhari)
– Al Hasr / gil (sifat negatif)

10. Surga dan Neraka
– Tempat terakhir bagi orang mukmin adalah surga.
– Tempat memuaskan syahwat manusia tanpa batas.
– Sebagian ada yang dibershikan dulu di neraka (jahannamiyyin)
Ada tujuh (7) lapis neraka. Lapis terbawah (kerak).
Neraka jahannam untuk orang yang beriman tapi tetap melakukan dosa. Merupakan neraka paling tinggi/atas, siksaan teringan ialah bola api diletakkan di telapak kaki.
Di surat An Nisa, dijelaskan ukuran tubuh manusia akan sangat besar nantinya. Hal ini dikarenakan semakin besar, maka akan semakin luas saraf dan rasa sakitnya.
– Orang kafir disiksa selamanya di neraka
– Pohon Tuba (mixfruit)
Islam datang secara asing dan akan kembali dengan asing
– Visualisasikan surga sejak di dunia. Yang apabila di dunia tidak dapat didapatkan untuk memotivasi ke surga.

Catatan Tambahan
– Resiko menjalankan sunnah adalah di caci maki, maka biarkan saja.
– Mendidik anak dengan pendidikan islami.
– Sunah makan menggunakan tangan kanan dan beberapa jari saja.
– Lakukan sholat sunnah dan pelihara sunnah.
– Arti kata ittiba’ = mengikuti atau menuruti semua yang diperintahkan, yang di larang, dan dibenarkan Rasulullah SAW.
Para ulama sepakat ittiba kepada Allah itu harus mengikuti semua yang diperintahkannya dan meninggalkan semua larangannya. Sedangkan Ittiba’ kepada Nabi SAW, adalah salah satu inti dan pondasi dasar agama islam, juga merupakan syariat paling agung yang diterima dan diketahui dengan pasti.
– Jarak antara orang miskin yang beriman dan orang kaya yang beriman untuk masuk surga adalah 40.000 tahun. Hal ini dikarenakan harta yang dimiliki harus dihisab masing-masingnya.
– Kisah Abdul Rahman bin Rauf yang masuk surga dengan membagikan uangnya sebesar 50.000 dinar untuk jihad. (1 dinar setara 2,5 juta rupiah)
– Jangan menumpuk-numpuk harta (baca At Takaatsur)
– Maka fokuslah akhirat (ibadah, taklim, tilawah, murottal); namun jangan lupakan dunia (hak orang, amanah orang).
– Minta kekuatan dari Allah.. “la haula wala quwwata illa billah”
– Hubungan yang belum selesai adalah hutang.
– Beribadahlah sejenak demi sejenak.
– Perumpamaan datang ke majelis ilmu adalah mandi. Salah satu cara menjaga iman adalah dengan sering mandi.

Sesi Diskusi
Apa yang dimaksud dengan nifaq?
Ada 2 nifaq, yaitu nifaq amali dan nifaq iqtiqoni.
Nifaq Amali adalah hati pasrah terhadap islam namun melakukan amalan yang berbeda.
Nifaq Iqtiqoni adalah berpura-pura islam, maka jelas akan masuk neraka.
Doanya, ya Allah bersihkan hatiku dari nifaq.

Bagaimana penerapan hukum qisas/udud?
Hukum qisash/ udud yang sudah diterapkan di dunia tidak akan ditagih di akhirat.
Kisah 2 orang raja, yang penyembuhnya adalah ikan. Raja yang kejam, diberi kemudahan oleh Allah disembuhkan dengan seekor ikan. Sedangkan raja yang baik, dipersulit dengan tidak adanya ikan yang dapat menyembuhkan penyakit yang sama. Allah ingin membersihkan dosa pada raja yang baik tersebut. Ketika di akhirat nanti, balasannya hanyalah kebaikan saja. Sedangkan pada raja yang kejam, Allah membalas kebaikan raja tersebut didunia. Nantinya di akhirat akan dibalas segala keburukannya.
Jika ada saudara muslim yang ditimpa sakit, doanya adalah

لا بأس طهور انشاء الله

La Ba’sa Thohurun insya Allah. “Tidak apa-apa, semoga penyakit ini menjadi pencuci dari dosa-dosa insya Allah.” (HR. Bukhori)

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply