Healthy Lifestyle

Kenapa Harus Kurus & How To

June 17, 2019

Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan.


I wish berat badan juga bisa menggunakan quote tersebut, “Menjadi berisi itu pasti, menjadi ideal itu pilihan.” Apa daya, fakta pahitnya adalah menjadi kurus belum pasti, menjadi berisi adalah sebuah kepastian. Quote ini tidak berlaku untuk semua orang, karena setiap orang dianugerahi bentuk tubuh dan metabolisme yang berbeda-beda. Khusus untuk saya, makan nasi sehari tiga kali dan tanpa olahraga sama sekali sudah dapat dipastikan akan meningkatkan berat badan sekitar 2-3 kilogram dalam seminggu. Jika di tengok mundur sekitar 2 atau 3 tahun kebelakang, saya tidak banyak melakukan aktivitas fisik seperti olahraga rutin, hanya aktivitas bekerja di belakang layar, sedikit pekerjaan rumah tangga, dan olahraga jempol untuk sekedar scrolling timeline di media sosial. This kind of lifestyle biasa di sebut dengan istilah Sedentary Lifestyle atau Pola Hidup Sedentari. Sebuah pola hidup yang tidak banyak melakukan aktifitas fisik atau tidak banyak melakukan gerakan. Istilah ini makin populer ketika dikaitkan dengan masalah kesehatan. Hal ini disebabkan pola hidup sedentari dianggap sebagai faktor resiko terhadap berbagai masalah kesehatan populer seperti penyakit jantung dan stroke. Pola hidup sedentari juga merupakan faktor resiko terhadap berbagai masalah kelainan metabolisme, seperti: kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, resistensi insulin, obesitas, dan lain sebagainya.

Nah bicara obesitas, terakhir kali saya menghitung BMI (Body Mass Index) bisa di coba melalui link ini, saya berada di kisaran Overweight. Dampak dari overweight yang mulai saya rasakan, seperti mudah lelah, mudah sakit semacam flu, batuk, pilek dan kawan-kawannya. Tidak sanggup berjalan jauh ataupun beraktivitas banyak. Namun hal ini berbanding terbalik dengan hobi makan saya yang semakin tidak terkontrol dan segala macam makanan yang saya lahap tanpa berpikir dua kali apakah makanan tersebut bermanfaat dan dibutuhkan oleh tubuh saya.

Hingga tibalah suatu titik, dimana orang tua saya mendadak bertanya, “Mbak kok makin chubby.” Teman saya juga mengiyakan dengan memberikan kode sebaiknya saya tidak ‘melebar’ lagi dan puncaknya ketika saya tidak dapat menikmati hobi jalan-jalan, trekking, susur sungai, naik turun bukit karena napas lebih cepat habis. Waktu banyak terbuang karena lebih banyak istirahat di banding menuju destinasi wisata dan kemudian menikmatinya. Dari sekian banyak alasan yang telah terkumpul, semakin memantapkan hati dan niat untuk mengurangi berat badan saya atau bahasa kerennya ‘Diet’. Padahal pengertian menurut para ahli, bukanlah seperti itu. Menurut Mangoenprasodjo, 2005, diet yang baik adalah diet yang menekankan pada perubahan dalam jenis makanan, jumlah dan seberapa sering seseorang makan dan ditambah dengan program. Menurut Budiyanto, 2001, agar tujuan diet dapat tercapai dalam diet jumlah asupan dan frekuensi makan juga harus dikendalikan. Sedangkan menurut Luxboy, diet normal atau diet yang seimbang terdiri dari semua elemen makanan yang diperlukan agar tubuh tetap sehat.

Sementara menurut Hartono, 2000, pengertian diet adalah pengaturan jenis dan jumlah makanan dengan maksud tertentu seperti mempertahankan kesehatan serta status nutrisi dan membantu menyembuhkan penyakit. Setiap diet termasuk makanan, tetapi tidak semua makanan masuk dalam kategori diet. Dalam diet jenis dan banyaknya makanan ditentukan dan dikendalikan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam upaya mengatur asupan nutrisi diet dibagi menjadi tiga, yaitu: menurunkan berat badan, meningkatkan berat badan dan pantangan. Pantangan terhadap makanan tertentu misalnya bagi penderita diabetes (rendah karbohidrat dan gula).

Bagi sebagian orang diet adalah mengurangi kuantitas makan atau bahkan tidak makan sama sekali padahal seperti pengertian diatas makna diet yang sebenarnya tidak demikian. Diet merupakan sebuah proses untuk mendapatkan hidup yang lebih sehat serta terjadinya perubahan pada bentuk tubuh. Diet adalah tentang bagaimana menjaga pola makan dan beraktivitas secara fisik. Untuk mencapai keberhasilan dalam diet dan dapat menjaga hasilnya maka kita harus memiliki motivasi yang kuat, menjaga pola makan dan selalu berolahraga.

Oh iya, satu lagi alasan kenapa saya harus diet, harus mengatur ulang pola makan dan rutin berolahraga, overweight atau kegemukan membuat ibadah saya semakin lamban. Menunda sholat karena malas jalan, jarang berpuasa karena tidak kuat menahan lapar, dan sebagainya. Menurut saya, ini alasan paling krusial, jadi saya benar-benar harus menurunkan berat badan. Dan berikut ini adalah cara yang saya tempuh selama dua bulan terakhir.

Memiliki niat dan motivasi yang kuat

Sebuah rencana tanpa niat dan motivasi yang kuat hanya akan sekedar menjadi wacana. Rencana mengatur pola makan ini sudah saya mulai dari 2016, 2017, 2018 dan pada tahun-tahun tersebut semuanya hanya sekedar wacana. Tahun ini saya sudah membulatkan tekad dan berkemauan kuat agar niat menurunkan berat badan tidak hanya sekedar wacana. Saya tau untuk menurunkan berat badan tidak akan instan, karena untuk menaikkan berat badan di angka 70 kilogram, saya membutuhkan waktu sekitar 3 tahun. Jadi, saya mencoba konsisten dalam mengatur pola makan agar kembali ke indeks BMI ‘Normal’.

Lingkungan yang mendukung

Support system adalah kunci. Keluarga, teman-teman dan lingkungan sekitar adalah elemen yang ikut mendukung dalam keberhasilan rencana diet kita. Orang tua saya ikut menemani saya ketika berbelanja makanan-makanan sehat, mendukung program mengatur pola makan dengan memasak sendiri makanan dengan asupan gizi yang baik, teman-teman kantor yang rutin mengajak berolahraga bersama (#pertemanansehat :D), bahkan tetangga yang sharing tips bagaimana program dietnya berhasil dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah.

Pola hidup sehat dan diet yang menyenangkan

Menghitung kebutuhan kalori yang dibutuhkan oleh tubuh, merupakan langkah pertama dalam memulai program diet. Dengan tinggi badan serta berat badan yang diinginkan sebenarnya berapa asupan kalori yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Saya menggunakan BMR (Basal Metabolic Rate) Calculator yang tersedia disini dan melakukan tracking atas konsumsi makanan setiap harinya dengan aplikasi Fat Secret (bisa di-download di App Store/ Play Store). Di aplikasi Fat Secret, saya juga mencatat progress perubahan berat badan saya setiap minggunya, karena ada fasilitas bawaan berupa grafik yang bisa memvisualisasikan progress naik/ turunnya berat badan kita. Saya mulai belajar makan oatmeal karena tingginya kandungan serat, belanja sayur dan buah serta memulai masak sesuai kebutuhan kalori dibutuhkan setiap harinya. Awalnya saya lebih banyak cheating (makan sembarangan), karena sebelumnya kebiasaan saya adalah sarapan, nasi pecel; makan siang, nasi rendang daging; dan makan malam, nasi goreng telur. 

Setelah mengatur pola makan dan asupan gizi yang masuk, penurunan berat badan mulai terlihat. Seiring dengan banyaknya referensi resep serta infused water dengan buah dan rempah-rempah yang ternyata enak di lidah, masakan serta minuman yang saya buat lebih variatif. Jadi diet yang saya lakukan terasa lebih menyenangkan.

Have a good mental health 

Pentingnya memiliki kesehatan mental yang baik selama melakukan program diet sama pentingnya dengan pengaturan pola makan dalam healthy lifestyle yang dijalani. Jika motivasi menjadi kurus adalah agar supaya balikan sama mantan, pengen nunjukin ke mantan kalau sekarang hidupmu jauh lebih baik karena lebih kurus, lebih cantik dari pas masa-masa jadian. Please girl, stop. Mantanmu juga hidupnya lebih baik, mungkin dia emang punya prinsip gamau pacaran, maunya langsung nikah. (*Eh kok jadi bahas ginian…..)

Demi menjadi kurus, jangan lapar mata, pesan segala jenis makanan tapi gamau ngabisin, mubazir zheyeeng… Demi tetap kurus, makan banyak di depan orang, abis gitu permisi ke toilet untuk ngeluarin semua yang di makan. Jangan gitu lah ya, disayang-sayang badannya. Di kasih cuman satu, tanpa sparepart di pasaran. Buat motivasi jangka panjang semacam “Aku pengen sehat dengan ngatur pola makan, karena…..” Biar bisa ngabisin waktu dengan orang-orang tersayang lebih lama, ga gampang terserang penyakit, bisa makan sepuasnya tanpa ada pantangan, dan alasan-alasan lain yang membahagiakan diri kita selama melakukan program pengaturan pola makan.

Belajar dan terus belajar

Belajar tuh ga harus di bangku sekolah kok. Sekarang lewat YouTube, Instagram, Pinterest ataupun aplikasi-aplikasi lainnya bisa dijadikan tempat untuk belajar. Demi mendapatkan pengetahuan mengenai program diet, healthy lifestyle, asupan gizi dan kawan-kawannya, saya perlu belajar lagi. Entah dari buku yang beli promoan pas BBW, lihat di Youtube, belajar resep masakan di Instagram, cara mengolah oat yang enak via rekomendasi Pinterest, bahkan tanya-tanya ke teman kantor rombongan bis gimana cara bikin cah kangkung dan menyimpan cabe/ lombok agar tetap segar selama sebulan ehehe… Belajar juga mengenai Jurus Sehat Rasulullah #JSR, bagaimana bahan-bahan herbal yang ada di sekitar kita, dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk vitamin, antioksidan dan sebagainya. Semakin banyak belajar, semakin kita tahu bahwa kita tidak tahu apa-apa dan masih banyak banget ilmu yang perlu dipelajari.

_____

Sedari kecil, saya tipikal pemilih makanan dan sebelumnya tidak pernah sambat urusan kelebihan berat badan. Belakangan, saya menyadari kok saya harus belanja baju dan celana karena sudah tidak muat, disitu saya sadar ada pola hidup yang harus di ubah. Pengaturan pola makan ini bukan karena pengen terlihat cantik atau di bilang cantik, karena media-media mainstream mendefinisikan cantik adalah kurus. Saya tidak setuju, karena menurut saya, cantik itu tidak melulu tentang kurus.

Definisi cantik menurut saya, ketika seorang perempuan dapat menerima kondisi tubuhnya dan bahagia atasnya. Karena setiap perempuan dianugerahi bentuk tubuh yang berbeda-beda. Kalaupun sebelum menikah kita diberi kemudahan untuk kurus kemudian setelah melahirkan terjadi perubahan bentuk tubuh lalu kita kehilangan kepercayaan diri kemudian diet ketat, menyiksa diri sendiri dengan makan kemudian dimuntahkan lagi (*amit-amit lah ya), kesehatan mental terganggu, takut pasangan tidak menyayangi kita seperti sebelumnya. Percayalah, pasangan sejatimu tetap akan setia dan menyayangimu bagaimanapun bentuk tubuhmu. Menjadi cantik dengan ‘terlihat’ kurus memang penting, namun yang jauh lebih penting adalah selalu bahagia dan bersyukur diberi kesehatan hingga detik ini dan kesempatan buat baca tulisan ini adalah sebuah anugerah yang tidak semua orang bisa miliki.

Maka tulisan mengenai diet ini, bukan melulu tentang bagaimana menurunkan berat badan, namun juga  bagaimana kita bisa menjaga kondisi tubuh yang ideal dengan mengatur asupan gizi dalam tubuh serta aktivitas fisik seperti olahraga. Dan yang paling penting adalah self-acceptance terhadap diri kita masing-masing. Pilihan atas hidupmu memang hakmu, namun memberikan yang terbaik untuk tubuh kita adalah kewajiban kita atas titipan yang Allah pinjamkan sementara ini. Ibarat dipinjamkan hiasan satu set gelas kristal, pasti akan di jaga baik-baik biar awet dan ga pecah. Ga  akan mungkin di taruh di tempat sembarangan yang berpotensi hancur dan pecah. Seperti itu tubuh dan organ dalam manusia, yang merupakan investasi jangka panjang masing-masing kita. Untuk mengurangi segala potensi penyakit, mari kita hidup sehat dengan mengatur pola makan dan berolahraga.

Happy Monday Good People!

_____

Source: 

No Comments

Leave a Reply