Browsing Category

Puisi

Puisi

Tuan

August 17, 2017

Hai, Tuan

Apa kabar?
Bagaimana langit malammu disana?
Apa benar langit malam yang kau lihat masih sama denganku?

Belakangan ini, rindu sudah sangat keterlaluan
Ia datang dan pergi sesuka hati
Kalau sekedar berpapasan, aku tidak akan memperdulikan
Ia tidak sekedar datang Tuan
Ia mengoyak tubuhku serta menggoreskan luka

Ia memang datang sesekali
Namun, segera pergi
Tanpa sempat kutanya, apa yang kau cari
Ia hanya meninggalkan sesuatu
Sembari berbisik, ia katakan
Harapan

*
Duhai Allah Sang Pemilik Hati
Yang Maha Membolak-balikkan Hati hamba-Nya
Kalau rindu ini terlalu menyesakkan dada
Sehingga bernafas pun susah, ambil rasa ini, ya Allah
Netralkan kembali
Hambamu ini merasa berat
*

Wahai Tuan
Sungguh aku belum berani bertanggung jawab atas perasaan ini
Aku ingin tahu apa kau pun merasakan hal yang sama
Atau ternyata hanya aku saja
Yang tersiksa tersebab rindu tak bertuan ini

Tuan
Bersediakah engkau bertukar peran?

Puisi

Mengagumi Dari Jauh

June 6, 2016

Jika kamu diselimuti ragu
Masih merasa kurang ilmu
Dan perlu tambahan waktu
Tak apa, maka persiapkanlah sebaik-baik persiapan

Jangan berperang tanpa strategi
Ataupun berlayar tanpa arah
Karena seorang pemimpin tidak dilahirkan tanpa perjuangan
Dan nahkoda handal tidak diciptakan dari laut yang tenang

Banyak hal yg bisa dilakukan selagi masih sendiri
Meski sendiri bukan alasan untuk tak beraktualisasi
Memang pelajaran hidup tak melulu tentang teori
Tapi bukannya amal yg benar dilakukan jika disertai ilmu

Aku memang tak bisa menyentuhmu
Bahkan jika rindu ini memuncak, hanya doa yg bisa memelukmu
Maka, sebelum waktunya tiba izinkan aku hanya mengagumi dari jauh

Puisi

Lupa

November 21, 2015

Lantas kamu menyalahkan sang waktu, karena telah mempertemukanmu dengan dia sebelum dia.

Kamu lupa bersyukur.

Bukankah pertemuanmu dengannya membuatmu belajar banyak hal, baik tentang hidup, tentang masa depan, tentang kedewasaan.

Bahkan, di pertemuan-pertemuan yang akan terjadi nanti (entah dengan siapa pun), kamu juga akan belajar lebih banyak hal lagi.

Tetaplah bersyukur, atas segala kesempatan yang telah diberikan-Nya padamu.

Yakinlah tidak ada maksud lain dari-Nya kecuali membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik.

 

 

 

Surabaya, 21 November 2015 | Inspirasi: Sebelum bertemu denganmu

Puisi

Tanpa Jeda

September 4, 2015

Terkadang ada rasa yang menggebu untuk diungkapkan.
Begitu sulit ditahan agar segera tersampaikan.
Aku sanggup untuk meluapkan segalanya tanpa jeda.
Berucap penuh kata tanpa titik, spasi ataupun koma.
Tapi katanya hal-hal yang dijaga hingga tepat pada waktunya, akan terasa lebih indah.
Dan sepertinya aku memilih yang kedua.
Untukmu, dariku yang ingin menjaga agar kau pun tetap terjaga.

 

Tangerang, 4 September 2015 | Inspirasi: Pertemuan malam ini

Puisi

Aku

October 31, 2014

Aku ini pemarah,
Pemarah karena tak dapat berbuat banyak untuk mereka yang kucinta

Aku ini pembenci,
Pembenci mereka yang suka menyakiti hati

Aku ini pendendam,
Pendendam yang mudah teralihkan dari kisah yang kelam

Aku ini sombong,
Sombong tak banyak bicara jika didekatmu, layaknya macan ompong

Aku ini bergengsi tinggi,
Menjaga gengsi kepada mereka yang tak tau diri

Aku ini egois,
Egois dengan orang-orang yang berbuat sesuka hati dan membuat orang lain teriris

Aku juga seorang pelupa,
Pelupa yang tak mudah dilupakan (hehe :p)

Maka biarkan aku memperbaiki segala kekuranganku, dan kau memperbaiki kekuranganmu.
Mari sama-sama sisihkan sebagian waktu untuk saling melihat sisi-sisi yang tak terlihat.

 

Untukmu, yang (katanya) ingin mengenalku

Puisi

Bagaimana Jika …

October 29, 2014

Bagaimana jika satu per satu doamu terkabul
Lantas engkau masih enggan beribadah pada-Nya

Kau minta teman yang baik
Dihadirkan padamu teman-teman yang luar biasa
Kau minta kesempatan untuk berjumpa seorang perencana keuangan
Ia datang dan berdiskusi tepat dihadapanmu

Kau minta ilmu yang bermanfaat
Kuberikan kemudahan dalam mendapatkannya
Kau minta kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu dibukumu
Sebuah ajakan penuh visi dan misi menghapirimu

Kau minta pasangan yang mengiringimu menuju JannahNya
Sabarlah akan datang masanya, tidak terlambat ataupun terlalu cepat
Kau minta diberikan tempat berlindung
Diberikannya padamu ruang luas tempat beristirahat sejenak

Kau minta kelancaran dalam berbagai urusan
Kubagi kelapangan hati dan rasa aman padamu
Namun jika kau minta Kuhapus segala dosamu yang terdahulu, kini dan yang akan datang
Maka bertaubatlah dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi

Bagaimana jika satu per satu doamu terkabul
Masih meragu atas kuasa-Nya
Dan tak ingin berbagi pada sesama

Puisi

Nanti

October 25, 2014

Nanti ketika kita satu tuju

Tak hanya matahari terbit ataupun sekedar teh hangat yang kita nikmati bersama

CintaNya pun kan kita raih bersama

Puisi

Ia

October 24, 2014

Pasangan seperti apa yang kau cari

Ia yang tak hanya menyejukkan mata tapi juga menyejukkan hati

Yang membuat Iman meningkat dan Surga terasa lebih dekat

Puisi

Kita

September 18, 2014

Katanya manusia ditakdirkan berpasang-pasangan
Saling mengisi kekosongan
Agar tak merasakan kehampaan
Aku tau kau kan datang

Nanti

Nanti ketika kau datang
Aku tlah persiapkan segalanya
Segala keperluanku segala keperluanmu

Namun

Aku yakin saat ini masing-masing kita sedang menyendiri
Aku dengan kesendirianku dan kau dengan kesendirianmu

Mari kita nikmati masa persiapan ini
Aku mempersiapkan diriku dan kau mempersiapkan dirimu
Sembari menunggu masanya datang, mari tenggelam dalam kesibukan
Aku dengan kesibukanku dan kau dengan kesibukanmu
Hingga nanti ketika waktunya tiba
Aku kan denganmu dan kau pun denganku
Berbagi masa depan