Browsing Category

Ringkasan Ilmu

Ringkasan Ilmu

Sebuah Catatan

September 22, 2017

Sewaktu gadis dulu ketika emosi-mu tidak stabil .. saat kegalauan melanda hati.. saat ada masalah dengan teman satu kosan kamu masih bisa bertindak egois dan mengedepankan perasaanmu.

Kamu bisa pergi dari kosan (kabur ke tempat saudara atau tempat sahabat) untuk mententramkan jiwamu.. Kamu bisa curhat ke teman lain tentang perasaanmu agar menjadi tenang..
Kamu bahkan bisa melakukan apapun yang kamu bisa untuk menenangkan hatimu (tentu saja tanpa mendzolimi seorangpun).

KARENA KAMU MASIH SINGLE

Alias yang kamu pikirkan hanyalah badan dan jiwamu.

Setelah berganti status menjadi istri.. banyak yang akan berubah.!

Ketika kamu ada masalah dengan teman hidupmu..
Kamu harus bisa menahan hawa nafsumu..
Ketika kamu ingin keluar sebentar dari rumah.. ingin menonaktifkan segala macam komunikasi denganya.. ketika egomu berkata biarkan dia khawatir terhadapmu.. lakukan apapun..
Kamu tidak akan bisa Seperti Itu..!
Mungkin kamu bisa (jika kamu benar benar orang egois).. tapi kamu tidak boleh..!

Kamu tidak boleh menceritakan masalahmu dengan mudahnya kepada siapapun..!
Siapapun..!

Karena masalah ini bukan seperti masalah dengan teman kos dulu..

Kamu tidak boleh membuatnya khawatir dengan putus komunikasi dan kabur begitu saja tanpa kabar.. karena status kamu sekarang sudah double.

Yang harus kamu urus dan perhatikan bukan hanya perasaan dan jiwamu saja.. tetapi perasaan pasanganmu…

Kamu tidak hanya memikirkan tentang dirimu.. kamu harus pikirkan tentang dia juga.

Saat itulah terasa berat sebagai istri.

Itulah salah satu ujianya sebagai istri.. disitu saatnya kita sadar bahwa surga itu memang tidak semudah itu didapat..
Gelar ‘istri shalehah’ pun bukan hal yang mudah diraih.

Dulu.. bahkan saat kita tidak perduli kepada diri kita.. it’s okay..
Tetapi sekarang jika kamu tidak peduli.. maka akan ada yang sedih karena mengkhawatirkanmu dan kamu tidak boleh membuatnya khawatir.. apalagi ketika kamu telah memiliki anak-anak…

Saat awal menikah kita merasa senang karena telah menyempurnakan separuh agama dan merasa setengahnya lagi kita akan dapatkan dengan mudah..
Ketika mendengar hadits tentang istri shalehah yang bisa memilih masuk syurga lewat pintu mana saja kita merasa senang karena kita pikir dengan menikah.. syurga telah di depan mata.

[ Hadits nya sebagai berikut..Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إذا صلَّتِ المرأةُ خَمْسَها وصامتْ شهرَها وحصَّنتْ فرْجَها وأطاعت بعلَها دخَلتْ مِن أيِّ أبوابِ الجنَّةِ شاءتْ

“Jika seorang wanita telah melaksanakan shalat lima waktu.. melaksanakan puasa pada bulannya.. menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.”
(HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya nomor 4163) ]

Tetapi prakteknya sangat tidak mudah.

Memerangi hawa nafsu dan ego sendiri itu sulit.. (terlebih di umur kita yang masih muda dan usia pernikahan yang masih dini).

Ketika ingin kerja dan suami tidak mengizinkan.. kita harus memendam keinginan itu..
Bahkan ketika berkaitan dengan kedua orang tua yang selama ini menjadi orang yang paling penting di hidup kita saat masih single.. kita harus merelakanya untuk mentaati lelaki yang bernamakan suami..

Jika urusan orang tua saja kita harus relakan.. apalagi hanya urusan pribadi … ?

Ketika kita ingin bertemu sahabat lama dan suami tidak mengizinkan.. saat itu status istri shalehah dipertaruhkan..
Akankah kamu lulus atau gagal dan membangkang terhadap suami.

Apapun alasan suami kita harus terima.. ya! meskipun kita dapat berdiskusi denganya.. memberikan pendapat dengan cara halus.. tetap saja keputusan akhir suami yang harus kita taati dan harus kita terima.

Disaat kita suka warna kuning dan ternyata suami tidak suka melihat kita memakai baju kuning dan menyuruh kita menggantinya.. maka kita harus melawan perasaan kita untuk mengedepankan kesenangan suami.

Artinya..
Kita harus menukar apapun yang kita miliki sebelumnya untuk membuat suami ridha dan senang selama itu tidak melanggar aturan Allah..
Karena saat menikah kita sudah berkomitmen untuk taat kepada dia karena Allah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
فَانْظُرِيْ أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ فَإِنَّماَ هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ

“Camkan selalu akan posisimu terhadapnya.. sesungguhnya suamimu adalah syurga dan nerakamu”
[Dishahihkan oleh Syeikh albaniy dalam Silsilah Shahihah: 6/220]

Ketika kita ada masalah dengan suami dan tangan ini terasa gatal untuk menulis status di media sosial.. hanya demi memuaskan keinginan kita dan merasa terhibur dengan komentar teman teman. ya! sebatas menghibur bukan menyelesaikan masalah kita..
Karena solusi itu kembali kepada kita.. apa yang akan kita lakukan untuk menyelesaikanya..?

Saat itu tegakah kamu menjadikan suamimu.. orang nomor satu di hidupmu menjadi bahan lelucon orang orang..?

Relakah jika syurgamu (suami) menjadi perbincangan orang… ?

Saat suami menjadi orang nomor satu dihidup kita dan kenyataannya kita bukanlah orang nomor satu di hidup dia.. karena ibunya..ayahnya.. saudarinya telah menempati hatinya.. saat itu kita merasa tidak terima karena kita menuntut agar menjadi orang terpenting di hatinya..
Saat itu kita harus melawan ego kita (lagi), karena Allah telah mewajibkan kita taat suami dan Ia mewajibkan suami taat kepada orang tuanya.

Sudah tidak asing lagi bagi kita sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
لو كنتُ آمرًا أحدًا أن يسجُدَ لأحدٍ لأمرتُ المرأةَ أن تسجُدَ لزوجَها لما جعل اللهُ له علَيها من الحقِّ

“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain.. maka aku akan perintahkan para istri untuk sujud kepada suaminya.. disebabkan karena Allah telah menetapkan hak bagi suami atas mereka (para istri).”
(HR Abu Dawud, Tirmidzi, ia berkata, “hadis hasan shahih.” Dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Bani)

Sudah sangat jelas bahwa kedudukan suami itu sangat istimewa.

Kadang tanpa terasa kita termakan doktrin..bahwa wanita ketika menikah tidak merubah apapun dalam hidupnya.. hanya bertambah teman hidup.. tetapi dia bebas untuk melakukan apapun sesukanya dan suami tidak punya hak untuk melarang.. menahan dll. berdalihkan hak asasi dan kebebasan..

Seorang istri yang taat suami seakan terkekang dalam penjara yang dinamakan ‘RUMAH’..ibu rumah tangga seakan wanita yang sengsara yang mimpinya terabaikan dan keinginanya menjadi tak penting lagi.

Itu semua tidak benar…!! suami disamping menjadi Raja.. ia adalah teman kita.. tempat kita berbagi rasa.. curhat diskusi tentang mimpi.. hobi dan masih banyak lagi. .

Memang benar lelaki tidak akan setara dengan wanita dalam hal ini karena ia memang tercipta sebagai pemimpin dalam rumah tangga.

Telah jelas di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman :

وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ

“Para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya….”
(Al-Baqarah: 228)

Jadi..mungkinkah syurga bisa kita raih tanpa pengorbanan ?

Mungkinkah gelar istri sholehah bisa di dapatkan tanpa adanya perjuangan ?

Dengan memakai kerudung dan banyak ibadah tidak cukup untuk meraih gelar tersebut.. dengan sering belajar agama tidak menjamin telah menjadi istri yang baik.. juga shalehah.

Itu semua (menutup aurat..beribadah belajar agama) memang kewajiban seorang muslimah dan menjadi sarana untuk mendapatkan gelar mulia itu.

Tetapi ketika kita telah meruntuhkan benteng egoisme dalam jiwa wanita Kita dan bersedia untuk menjaga dan menghormati pasangan..
Bersedia mentaatinya dan patuh akan semua yang dia perintahkan dan berusaha menjauhi apa yang dia tidak suka,

Maka semoga usaha yang tidak mudah itu pada akhirnya menghantarkan semua kepada syurga Allah,

hanya Ia yang dapat menentukan apakah telah lulus menjadi ‘istri shalehah’ ?

Yang bisa dilakukan hanyalah berusaha dan berusaha sampai tidak ada kesempatan lagi untuk berusaha.

Selamat buat para istri yang telah mendedikasikan hidupnya untuk seorang muslim.. melayaninya dengan penuh kesabaran.. menerima kekuranganya dengan tanpa mengeluh. menemaninya dalam kehidupan yang setiap harinya fitnah (godaan) semakin menyebar.

Selamat buat para istri yang telah bersusah payah mengubur keegoisan dan menjunjung tinggi suaminya..membelanya.. menutupi aibnya dan juga menjaganya dengan do’a.

Semoga yang kalian lakukan akan berbuah kebaikan yang banyak pada rumah tangga kalian.. Allah akan ganti setiap usaha kalian dengan kesehatan untuk setiap anggota keluarga.. keberkahan.. kelancaran urusan dan kedekatan kalian dan pasangan kepada Allah ta’ala..
Tak lupa pahala yang tanpa batas dan surga yang sangat luas.

Aamin Yaa Rabbal ‘alamin.

Catatan :

– Sebelum menikah posisi orang tua adalah diatas segalanya (setelah Allah)..
Tetapi kita tidak hidup bersama orang tua seperti kita hidup bersama suami.. maka dari itu pada tulisan diatas bercerita seakan ketika menjadi anak dapat berlaku egois dan tidak memperdulikan kekhawatiran orangtua. (semoga tidak disalahpahami) 😊

– Tulisan diatas hanya berbicara tentang istri dan fokus kepada kewajibanya. tanpa menafikan kewajiban dan tugas suami terhadap istri..

Tanggung jawab suami juga besar.. oleh karena itu banyak yang harus seorang suami perhatikan dalam memimpin bahtera rumah tangganya.

– Tulisan diatas hanya menggambarkan sisi beratnya menjadi istri.. agar para wanita dapat mempersiapkan segala sisi jika ingin melangkah kepada pernikahan,. tanpa menafikan sisi positif dan kelebihan juga kebahagiaan yang akan didapat setelah menikah.

(Ustadz Fariq Gasim Anuz hafizhahullah)

Ringkasan Ilmu

Pelajarilah Dahulu Adab dan Akhlaq

January 29, 2016

Bismillaahirrahmaanirrahiim

💎Pelajarilah Adab Sebelum Mempelajari Ilmu

Ketahuilah bahwa ulama salaf sangat perhatian sekali pada masalah adab dan akhlak. Mereka pun mengarahkan murid-muridnya mempelajari adab sebelum menggeluti suatu bidang ilmu dan menemukan berbagai macam khilaf ulama. Imam Darul Hijrah, Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy,

تعلم الأدب قبل أن تتعلم العلم

“Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”

Kenapa sampai para ulama mendahulukan mempelajari adab? Sebagaimana Yusuf bin Al Husain berkata,

بالأدب تفهم العلم

“Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.”

Guru penulis, Syaikh Sholeh Al ‘Ushoimi berkata, “Dengan memperhatikan adab maka akan mudah meraih ilmu. Sedikit perhatian pada adab, maka ilmu akan disia-siakan.”

Oleh karenanya, para ulama sangat perhatian sekali mempelajarinya.

👤Ibnul Mubarok berkata,

تعلمنا الأدب ثلاثين عاماً، وتعلمنا العلم عشرين

“Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.”

👤Ibnu Sirin berkata,

كانوا يتعلمون الهديَ كما يتعلمون العلم

“Mereka -para ulama- dahulu mempelajari petunjuk (adab) sebagaimana mereka menguasai suatu ilmu.”

👤Makhlad bin Al Husain berkata pada Ibnul Mubarok,

نحن إلى كثير من الأدب أحوج منا إلى كثير من حديث

“Kami lebih butuh dalam mempelajari adab daripada banyak menguasai hadits.” Ini yang terjadi di zaman beliau, tentu di zaman kita ini adab dan akhlak seharusnya lebih serius dipelajari.

Dalam Siyar A’lamin Nubala’ karya Adz Dzahabi disebutkan bahwa ‘Abdullah bin Wahab berkata,

ما نقلنا من أدب مالك أكثر مما تعلمنا من علمه

“Yang kami nukil dari (Imam) Malik lebih banyak dalam hal adab dibanding ilmunya.” –

👤Imam Malik juga pernah berkata, “Dulu ibuku menyuruhku untuk duduk bermajelis dengan Robi’ah Ibnu Abi ‘Abdirrahman -seorang fakih di kota Madinah di masanya-. Ibuku berkata,

تعلم من أدبه قبل علمه

“Pelajarilah adab darinya sebelum mengambil ilmunya.”

👤Imam Abu Hanifah lebih senang mempelajari kisah-kisah para ulama dibanding menguasai bab fiqih. Karena dari situ beliau banyak mempelajari adab, itulah yang kurang dari kita saat ini. Imam Abu Hanifah berkata,

الْحِكَايَاتُ عَنْ الْعُلَمَاءِ وَمُجَالَسَتِهِمْ أَحَبُّ إلَيَّ مِنْ كَثِيرٍ مِنْ الْفِقْهِ لِأَنَّهَا آدَابُ الْقَوْمِ وَأَخْلَاقُهُمْ

“Kisah-kisah para ulama dan duduk bersama mereka lebih aku sukai daripada menguasai beberapa bab fiqih. Karena dalam kisah mereka diajarkan berbagai adab dan akhlaq luhur mereka.”
📒(Al Madkhol, 1: 164)

Di antara yang mesti kita perhatikan adalah dalam hal pembicaraan, yaitu menjaga lisan. Luruskanlah lisan kita untuk berkata yang baik, santun dan bermanfaat. ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata,

من عدَّ كلامه من عمله ، قلَّ كلامُه إلا فيما يعنيه

“Siapa yang menghitung-hitung perkataannya dibanding amalnya, tentu ia akan sedikit bicara kecuali dalam hal yang bermanfaat” Kata Ibnu Rajab, “Benarlah kata beliau. Kebanyakan manusia tidak menghitung perkataannya dari amalannya”
📒 (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 291).

Yang kita saksikan di tengah-tengah kita, “Talk more, do less (banyak bicara, sedikit amalan)”.

💎Berbeda Pendapat Bukan Berarti Mesti Bermusuhan

Sungguh mengagumkan apa yang dikatakan oleh ulama besar semacam Imam Syafi’i kepada Yunus Ash Shadafiy -nama kunyahnya Abu Musa-. Imam Syafi’i berkata,

يَا أَبَا مُوْسَى، أَلاَ يَسْتَقِيْمُ أَنْ نَكُوْنَ إِخْوَانًا وَإِنْ لَمْ نَتَّفِقْ فِيْ مَسْأَلَةٍ

“Wahai Abu Musa, bukankah kita tetap bersaudara (bersahabat) meskipun kita tidak bersepakat dalam suatu masalah?”
📒 (Siyar A’lamin Nubala’, 10: 16).

💎Berdoalah Agar Memiliki Adab dan Akhlak yang Mulia

Dari Ziyad bin ‘Ilaqoh dari pamannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca do’a,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ

“Allahumma inni a’udzu bika min munkarotil akhlaaqi wal a’maali wal ahwaa’ [artinya: Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari akhlaq, amal dan hawa nafsu yang mungkar].”
📒(HR. Tirmidzi no. 3591, shahih)

Doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lainnya,

اللَّهُمَّ اهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ

“Allahummahdinii li ahsanil akhlaaqi laa yahdi li-ahsanihaa illa anta, washrif ‘anni sayyi-ahaa, laa yashrif ‘anni sayyi-ahaa illa anta [artinya: Ya Allah, tunjukilah padaku akhlak yang baik, tidak ada yang dapat menunjukinya kecuali Engkau. Dan palingkanlah kejelekan akhlak dariku, tidak ada yang memalinggkannya kecuali Engkau].”
📒(HR. Muslim no. 771, dari ‘Ali bin Abi Tholib)

أسأل الله أن يزرقنا الأدب وحسن الخلق

Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar mengaruniakan pada kami adab dan akhlak yang mulia.

Aamiin

🌐muslim.or.id

Ringkasan Ilmu

Jebakan Maut Kartu Kredit!

October 1, 2015

Kawan saya wajahnya kuyu, pengusaha bisnis kesehatan di Jakarta. Bisnisnya sedang turun drastis, beberapa cabangnya gulung tikar.
“Pusing gue, utang gak selesai-selesai, apalagi kartu kredit nih.. Masih 150 juta, capek ngadepin debt collectornya”

Kawan saya lainnya di Jogja, gaya hidup semu yang dulu dilaluinya membawa dampak tak juga berakhir, aset-aset kemewahan telah dia jual, termasuk motor besar yang dulu menghiasi foto facebooknya.
“Masih berapa hutang kartu kreditmu?” Tanya saya
“Duh! Masih 265 juta lebih.. Ya gimana lagi dah dipakai duitnya, bayar minimum payment gak kurang-kurang juga hutangnya..”

Satu lagi, kawan saya juga ada, sudah 3 bulan tagihan 75 juta kartu kreditnya tak terbayar, rumah disatroni debt collector yang kasar sudah jadi langganan. Fiuuuh!

Saya pun jadi korban, karena nomer HP saya tercatat diperbank-kan bahkan mungkin sudah diperjual belikan, walaupun saya sudah tidak punya kartu kredit apapun, bulan lalu saya dapat SMS dengan huruf besar semua:
BAPAK SAPTUARI SUGIHARTO, SAMPAIKAN KEPADA TEMAN BAPAK PENGUSAHA XXX DI JOGJA YANG ALAMATNYA DI GEJAYAN UNTUK SEGERA MEMBAYAR KARTU KREDITNYA SENILAI 16,7 JUTA YANG SUDAH TELAT BAYAR. ATAU HUBUNGI KAMI DI 024-SEKIAN SEKIAN DI SEMARANG.

….. Gendeng!!! Kalo kalian jadi saya pasti pengen “misuh” juga. Ini siapa dengan SMS memerintah seenaknya pakai huruf besar, Saya mikir enteng sajalah, mungkin dia masih pakai HP keypad yang capslocknya jebol!

Masih inget kasus Irzen Octa tahun 2011 lalu, ketika mau membayar tagihan kartu kredit dari 48 juta yang membengkak jadi 100 juta, dia malah diinterogasi kasar oleh 3 debt collector yang membuatnya meninggal dunia. Searching aja beritanya, masih bertebaran di dunia maya…

————————
Mari kita bahas.. Siap?

Continue Reading

Ringkasan Ilmu

Menikahlah, Maka Kau Akan Kaya

September 29, 2015

📚 Notulensi “PreWed School” bersama Yayasan AISI Depok.

🏰 Masjid SDIT Rahmaniyah, Sukmajaya, Depok.

📜 Ahad, 20 September 2015.

📝📝📝

🎓 Tema: Menikahlah, Maka Kau Akan Kaya.

👩 Ustazah Kaukabus Syarqiyah, SE, M.SE, CFP.

☎ 0813-1085-0910

📱 FB → Kaukabus Syarqiyah

💻 Youtube → KikauTalk

✅ Ketika menikah, banyak plan sebelum menikah berubah.

✅ Tuliskan visi, misi, mimpi-mimpi kita 5-10-12-15-20-25 tahun kedepan.
Ini salah satu upaya kita untuk menjaga supaya kita tidak futur, tidak lari dari dakwah.

✅ Apa saja mimpi keuangan kalian & pasangan?

✅ Perempuan itu ketika sudah melahirkan, sudah tidak menjadi dirinya sendiri. Dia menjadi istri seseorang, dia menjadi Ibunya seseorang, bisa jadi dia melupakan siapa dirinya sebenarnya.
Bagaimanapun perempuan punya kepribadian masing-masing.
Pasutri wajib saling support untuk memaksimalkan potensi positif masing-masing.

✅ Perencanaan Keuangan adalah suatu langkah-langkah menyeluruh untuk mencapai tujuan keuangan.

✅ Jangan lihat laki-laki dari asetnya & jangan menikah dengan laki-laki pemalas.

✅ Lihat calon pasangan FUTURE VALUE.

✅ Carilah laki-laki yang bertanggungjawab, rajin bekerja, tidak gengsian dalam hal yang halal.

✅ Kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja keras TIDAK AKAN berkhianat.

✅ Aset sejati sebelum menikah adalah → DIRI KITA sendiri.

✅ Pernikahan dapat berakhir hanya karena masalah finansial.

✅ Sedapat mungkin Suami jangan menurunkan standar hidup si Istri dari sebelum menikah ke setelah pernikahan. (ini dikutip dari Ustaz Anis Matta)

✅ Jangan takut dengan kondisi awal pernikahan. Secara ekonomi, itu ngga masalah.
Yang bikin NGERI itu adalah perasaan orangtua. Dan kalau sudah berhadapan sama orangtua itu WAJAR.
Orangtua itu udah lebih dulu ‘makan asam garam’, lebih dulu tau rasanya ngga enaknya ngga punya uang, hidup susah, ITU KARENA MEREKA SAYANG SAMA ANAKNYA JANGAN SALAH-SALAHIN ORTU KITA NGGA NGERTI AGAMA.
Selama agama & akhlaq si laki-laki itu baik ya…

✅ Saran untuk akhwat, lihat laki-laki dari mau atau tidaknya dia bekerja keras!

Continue Reading

Ringkasan Ilmu

Sinyal Kehidupan

May 10, 2015

Kembali saya menulis ringkasan dari kajian rutin Badan Dakwah Islam (BDI) XOM tiap selasa sore. Kali ini tema yang dibahas mengenai kehidupan sehari-hari. Ustadz menjelaskan tentang apa saja yang perlu kita lakukan agar tetap dipandang oleh Allah SWT.

Bersyukur kepada Allah
Melaksanakan kewajiban dari Allah sebagai bentuk rasa syukur, melakukan ibadah seperti sholat, puasa, infaq, sodaqoh. Meninggalkan maksiat, segala sesuatu yang haram dan dosa. Rukun syukur ada tiga (3), yaitu: dengan lisan, dengan hati (fil qolbi), dengan seluruh tubuh (wal jawaari).
Ceritakan kembali apa yang kau lihat, apa yang kau dengar, apa yang kau rasakan. Ma qalallah, qalarasulullah, wa shohabiyyah dan ulama

Sabar ketika mendapat gangguan
Karunia atau musibah tergantung jatuhnya pada siapa. Tetaplah bersabar dalam rangka taat pada Allah, sabar dalam menyikapi berbagai bentuk maksiat kecil atau besar kepada Allah SWT, sabar tatkala tertimpa berbagai macam musibah. Selalu mengingat bahwa tidak ada cara ataupun jalan menuju petunjuk Allah, menuju kemenangan, terhindar dari berbagai fitnah dan menuju surga Allah kecuali TAAT. Taat adalah keutamaan yang lebih besar. Ingat, setiap yang berfadilah besar, godaannya akan jauh lebih besar.
Musibah yang dihadapi seorang hamba jika dihadapi dengan sabar, seperti api disiram air. Padam.

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertaqwalah kepada Rabb-mu’. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini, (akan) memperoleh (balasan) kebaikan (dari-Nya). Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah, yang dicukupkan pahala tanpa batas.”  – QS. Az Zumar (39):10

Continue Reading

Ringkasan Ilmu

Pencitraan.. Perlukah ?

April 13, 2015

“Satu lagi dari Mayora”
“Indomie, Seleraku~”

Familiar kan dengan beberapa kata diatas, yap beberapa kata diatas merupakan salah satu bentuk branding yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar yang kita sama-sama tahu. Saya ingin berbagi catatan tentang “Branding UKM” pada sesi Sharing Bisnis rabu lalu (8 April 2015) bersama Makelar Sedekah (MS) dengan pembicara Pak Subiakto atau yang akrab disapa dengan Pak Bi. Berikut ulasan mengenai sesi sharing kemarin.

BRAND

1. Branding ibarat pelari MARATHON. Perlu Stamina dan Daya Tahan
2. Sales ibarat pelari SPRINT. Perlu Power dan Speed
3. Brand hanya dibutuhkan untuk bisnis jangka panjang. Bagi anda yang butuh PELANGGAN
4. Untuk bisnis jangka pendek cukup punya produk yang unik dan skill salesmanship
5. Jenis- jenis branding:
Personal Brand
Product Brand
• Komunal Brand

PELAKU UKM

1. UKM Mikro > UKM Kecil (55.856.175 pelaku)
• Pendapatan kurang dari Rp 300 juta/tahun
• Kekayaan bersih Rp 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan
• Berdiri sendiri
• Milik Warga Negara Indonesia (WNI)
• Berbentuk usaha perorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau berbadan hukum
• 98.8% dari total pelaku ekonomi Indonesia
• Kontribusi atas pertumbuhan ekonomi 33.08%
• Penyerapan tenaga kerja 99juta = 90.1% atau rata2 1.7 orang
• Ciri khas UKM Mikro adalah “Gerobag”, Hubungan Personal
➢ Wilayah Pemasaran yang sempit
➢ Sangat mengenal medan
➢ Sangat mengenal Day-part – Pola pembelian berdasarkan jam
➢ Mengenal nama, keluarga, tempat tinggal Pelanggan
➢ Mengenal kebiasaan pelanggan
➢ Stok dagangan disesuaikan pola pembelian pelanggan
➢ Modal kepercayaan
➢ Ngebon
• Kekuatan lainnya : Saling Percaya (Trust)

Continue Reading

Ringkasan Ilmu

Tadabbur Surah Al Baqarah 122-123

October 30, 2014

Kajian minggu lalu baru sempat diketik ulang hari ini dengan beberapa catatan di awal sebelum UBN memulai kajian tadabbur quran Al Baqarah surah 122-123. Kita diharuskan untuk selalu (tetap) berprasangka baik pada Allah. Kisah seorang pengawal raja yang selalu berprasangka baik pada Allah dengan berkata “khoir insya Allah“. Sesama mukmin/muslim selalu abshyair, berbagi berita gembira ketika pertama kali bertemu.

QS. Al Baqarah [2]: 122

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ

“Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.”

Dari ayat tersebut terdapat 3 poin penting, yaitu:
– ingatlah akan nikmat-Ku. Sesungguhnya nikmat itu datangnya dari Allah.
– yang telah Ku-anugerahkan kepadamu
– dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat (umat sebelumnya). Saking Maha Pengasihnya Allah dan bebalnya kaum bani israil.

Nikmat-nikmat Allah kepada Bani Israil:
1. Manna & Sawa
2. Dinaungi awan
3. Keluarnya 12 mata air untuk 12 suku
4. Dibelahnya laut
5. Diturunkan banyak Nabi
6. Setelah musyrik beberapa hari dosanya dihapuskan
7. Dimatikan kemudian dihidupkan lagi

Siapakah Bani Israil: Keturunan Nabi Yakub, ada 12 orang.

Continue Reading

Ringkasan Ilmu

Siapkah Anda Menghadapi Kehidupan Setelah Mati ??

October 28, 2014

Kamis, 9 Oktober 2014. Saya dan teman kantor saya menuju AQL dengan harapan menanti kelanjutan tadabur quran Al Baqarah 121. Sesampainya di AQL, jamaah sholat maghrib tidak seramai biasanya. Yang ikut buka bersama pun tak sebanyak kamis-kamis sebelumnya. Saat makan malam di Maida, saya mendengar kabar dari meja sebelah bahwa Abi tidak bisa datang malam ini. Yap, Abi adalah panggilan untuk Ustadz Bachtiar Nasir dikarenakan acara Tahfidz Cilik yang ditayangkan di RCTI pada 2x ramadhan yang lalu. Mencoba konfirmasi ke teman-teman panitia Tafakkur Camp, dan iya UBN malam itu tidak dapat berbagi ilmu karena sedang berada di luar kota. Sebagai penggantinya, Ustadz Bendri Jaisyurrahman mengisi kelas kamis malam. Ust. Bendri mengatakan beliau akan mengisi kelas kamis malam itu sesuai kapasitasnya, dan tidak akan merubah kurikulum tadabbur quran sesuai yang UBN ajarkan. Berikut adalah ringkasan materi yang Ust. Bendri berikan malam itu. Jika ada kesalahan tulis atau lainnya, silakan menanggapi melalui kolom ‘Comment’ dibawah. Terimakasih.

Tadzkiroh = peringatan

Ketauhilah kehidupan dunia itu hanyalah menipu. Sesungguhnya seseorang tidak bisa menunda kematiannya.

Kematian itu pasti, sesuai yang tertulis pada surat Al Ankabut ayat 57, dibawah ini

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.”

Ingat mati agar selalu beramal yang terbaik (Al Mulk: 2)

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (Al Imran: 147)
– israfna: berlebih-lebihan

Apa yang terjadi setelah kita mati –kekal

Continue Reading

Ringkasan Ilmu

Jangan Asal Shalat

October 26, 2014

Rangkuman ini baru sempat ditulis ulang pada hari Minggu, 19 Oktober 2014 dan di upload hari ini ketika teringat betapa perlunya untuk menyimpan semua catatan yang ada di buku untuk disalin pada media digital kemudian di upload ke media online. Judul kajian ini cukup menarik, karena ada beberapa yang melakukan sholat hanya sebagai penggugur kewajiban. Ada pula yang melakukan sholatnya selain sebagai sarana berkomunikasi dengan Allah juga sebagai penyelaras kehidupannya. Kajian D’Lisya (Dialog Selepas Isya – more info: link) yang diadakan setiap Jumat ba’da Isya, pada 10 Oktober 2014 yang lalu, diisi oleh Ustadz Hasyim Adnan, Lc. Diawali dengan pertanyaan, “Apakah kalian mendoakan saya sebelum menghadiri kajian ini?”. Semua terdiam. Beliau mengulangi lagi, “Apakah ada yang berdoa kepada Allah agar malam ini saya dapat menyampaikan materi dan dipermudah dalam memberikan ilmu?”. Sekali lagi semua terdiam. Saya pun terdiam, karena jawaban saya tentu tidak. Sebelumnya saya tidak pernah terpikir untuk mendoakan Ustadz/Ustadzah yang akan memberikan ilmu pada kajian yang akan saya datangi. Ternyata etika dalam mendapatkan ilmu ini sama dengan sebelum membaca buku. Yang ayah saya ajarkan pada saya dan adik saya adalah ketika kita akan membaca sebuah buku baru, bacalah Al Fatihah yang ditujukan kepada penulis buku tersebut. Saya dan adik saya tidak pernah menanyakan alasannya, tapi sekarang saya tahu, dengan Al Fatihah yang kita kirimkan pada penulis insya Allah fadhilah yang terdapat pada buku tersebut bermanfaat bagi sang penulis dan kita sebagai pembaca. Beliau tidak memiliki slide show yang dapat di-share, namun menggunakan media papan tulis whiteboard dengan poin-poin berikut:
1. Kisah Sahabat, Ayat dan Hadits
2. Allah memuliakan sholat
3. Keutamaan Sholat
4. Makruh
5. Yang Membatalkan Sholat

I. Kisah Sahabat
Kajian ini diawali dengan kisah sahabat Nabi yang sedang melaksanakan sholat di masjid, sedang Nabi memerhatikan sholatnya. Setelah selesai sholat, sahabat tersebut menghampiri Nabi dan Nabi Muhammad memintanya untuk mengulang sholatnya. Sang sahabat langsung melaksanakan sholat lagi. Setelah selesai sholat, lagi-lagi Nabi Muhammad memintanya untuk mengulangnya lagi. Selesai melaksanakan sholat yang ketiga, sahabat tersebut menghampiri Nabi dan Nabi memintanya untuk melaksanakan sholat lagi karena sholatnya tidak sah. Akhirnya sahabat pun bertanya, mengapa hingga yang ketiga kali pun masih diminta melakukan sholat …… alasan mengapa diminta mengulang sholat karena hilangnya tuma’ninah dalam setiap gerakan sholatnya.

Ada kisah lain mengenai sahabat Nabi, yaitu 3 orang sahabat yang berkata pada Nabi akan beribadah terus sehingga tidak akan menikah. Seorang yang lain akan berpuasa terus-menerus dan yang terakhir akan melaksanakan sholat terus-menerus bahkan antara isya hingga subuh. Rasul melarangnya karena disamping beribadah pada Allah, Rasul tetap berinteraksi kepada sesama manusia.
Adanya larangan beribadah yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasul dan berlebih-lebihan.

Continue Reading