Browsing Tag

notes

Tulisan

Leci Kalengan

November 1, 2014

Inspirasi tema tulisan kali ini didapat ketika berada di dalam sebuah angkot dari arah kantor menuju Thamrin City. Ada alasan kenapa saya tidak langsung pulang ke kos melainkan pergi ke tempat lain, apalagi hari Jumat yang identik dengan agenda panjang hingga malam menjelang. Alasan mengapa saya pergi ke Thamrin City akan dibahas di lain waktu. Berikut sedikit kisah yang tiba-tiba terlintas sore itu.

Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup.
Kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja.
-Buya Hamka-

Aku berdiri di baris depan sejajar dengan teman-temanku lainnya. Mereka benar-benar mirip denganku. Penampilan, tinggi, berat serta isi kami pun sama. Yang membedakan kami hanya satu, label dagang yang tertera di packaging kami. “Kalau hidup sekedar hidup apa bedaku dengannya?”, pertanyaanku pada diri sendiri tiba-tiba membuyarkan lamunanku tentang buah leci dalam kaleng ini. Setelah membeli sekaleng leci dengan merk favoritku, aku bersiap menyampurnya dengan sirup jeruk yang tersedia di kulkas kamarku. Untuk kemudian ku bagi bersama teman-teman kos yang berada di sekitar kamarku.

Saat menuang sekaleng buah leci, kalaupun ada sekitar 20 hingga 30 buah leci, lantas apa beda kita dengan 20 hingga 30 manusia yang ada di sekitar kita. Tidak perlu mencari orang-orang yang jauh disana, bandingkan saja dirimu dengan 3 orang yang sekarang sedang berada didekatmu. Apa bedamu dengan dia? Jika kita amati sejenak, ada buah leci yang masih utuh bentuknya bulat sempurna, ada yang sedikit terbuka dan bahkan bentuknya tidak utuh sebutir leci. Tanyakan kembali pada dirimu, apa kamu sudah menjadi manusia seutuhnya atau belum. Sulit memang menentukan apa kita sudah menjadi seutuhnya manusia yang diciptakan di dunia tidak hanya untuk dirinya sendiri.

***

Continue Reading

Puisi

Aku

October 31, 2014

Aku ini pemarah,
Pemarah karena tak dapat berbuat banyak untuk mereka yang kucinta

Aku ini pembenci,
Pembenci mereka yang suka menyakiti hati

Aku ini pendendam,
Pendendam yang mudah teralihkan dari kisah yang kelam

Aku ini sombong,
Sombong tak banyak bicara jika didekatmu, layaknya macan ompong

Aku ini bergengsi tinggi,
Menjaga gengsi kepada mereka yang tak tau diri

Aku ini egois,
Egois dengan orang-orang yang berbuat sesuka hati dan membuat orang lain teriris

Aku juga seorang pelupa,
Pelupa yang tak mudah dilupakan (hehe :p)

Maka biarkan aku memperbaiki segala kekuranganku, dan kau memperbaiki kekuranganmu.
Mari sama-sama sisihkan sebagian waktu untuk saling melihat sisi-sisi yang tak terlihat.

 

Untukmu, yang (katanya) ingin mengenalku

Ringkasan Ilmu

Tadabbur Surah Al Baqarah 122-123

October 30, 2014

Kajian minggu lalu baru sempat diketik ulang hari ini dengan beberapa catatan di awal sebelum UBN memulai kajian tadabbur quran Al Baqarah surah 122-123. Kita diharuskan untuk selalu (tetap) berprasangka baik pada Allah. Kisah seorang pengawal raja yang selalu berprasangka baik pada Allah dengan berkata “khoir insya Allah“. Sesama mukmin/muslim selalu abshyair, berbagi berita gembira ketika pertama kali bertemu.

QS. Al Baqarah [2]: 122

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ

“Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.”

Dari ayat tersebut terdapat 3 poin penting, yaitu:
– ingatlah akan nikmat-Ku. Sesungguhnya nikmat itu datangnya dari Allah.
– yang telah Ku-anugerahkan kepadamu
– dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat (umat sebelumnya). Saking Maha Pengasihnya Allah dan bebalnya kaum bani israil.

Nikmat-nikmat Allah kepada Bani Israil:
1. Manna & Sawa
2. Dinaungi awan
3. Keluarnya 12 mata air untuk 12 suku
4. Dibelahnya laut
5. Diturunkan banyak Nabi
6. Setelah musyrik beberapa hari dosanya dihapuskan
7. Dimatikan kemudian dihidupkan lagi

Siapakah Bani Israil: Keturunan Nabi Yakub, ada 12 orang.

Continue Reading

Ringkasan Ilmu

Siapkah Anda Menghadapi Kehidupan Setelah Mati ??

October 28, 2014

Kamis, 9 Oktober 2014. Saya dan teman kantor saya menuju AQL dengan harapan menanti kelanjutan tadabur quran Al Baqarah 121. Sesampainya di AQL, jamaah sholat maghrib tidak seramai biasanya. Yang ikut buka bersama pun tak sebanyak kamis-kamis sebelumnya. Saat makan malam di Maida, saya mendengar kabar dari meja sebelah bahwa Abi tidak bisa datang malam ini. Yap, Abi adalah panggilan untuk Ustadz Bachtiar Nasir dikarenakan acara Tahfidz Cilik yang ditayangkan di RCTI pada 2x ramadhan yang lalu. Mencoba konfirmasi ke teman-teman panitia Tafakkur Camp, dan iya UBN malam itu tidak dapat berbagi ilmu karena sedang berada di luar kota. Sebagai penggantinya, Ustadz Bendri Jaisyurrahman mengisi kelas kamis malam. Ust. Bendri mengatakan beliau akan mengisi kelas kamis malam itu sesuai kapasitasnya, dan tidak akan merubah kurikulum tadabbur quran sesuai yang UBN ajarkan. Berikut adalah ringkasan materi yang Ust. Bendri berikan malam itu. Jika ada kesalahan tulis atau lainnya, silakan menanggapi melalui kolom ‘Comment’ dibawah. Terimakasih.

Tadzkiroh = peringatan

Ketauhilah kehidupan dunia itu hanyalah menipu. Sesungguhnya seseorang tidak bisa menunda kematiannya.

Kematian itu pasti, sesuai yang tertulis pada surat Al Ankabut ayat 57, dibawah ini

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.”

Ingat mati agar selalu beramal yang terbaik (Al Mulk: 2)

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (Al Imran: 147)
– israfna: berlebih-lebihan

Apa yang terjadi setelah kita mati –kekal

Continue Reading

Tulisan

Awas Salah Niat

October 27, 2014

Tulisan ini dibuat bukan karena saya sudah memiliki niat terbaik, namun sebagai pengingat. Niat yang benar adalah semata-mata karena Allah (lillahi ta’ala). Niat itu memang hanya kau dan Tuhanmu yang tahu. Kita takkan pernah tau apa-apa mengenai niat masing-masing individu. Karena memang hanya orang tersebut dan Tuhannya saja yang tahu. Tahukah kau, ketika segala sesuatu yang telah kita lakukan ternyata bukan karena Allah, maka cepat atau lambat rasa kecewa akan mendatangi dari berbagai arah. Mengapa kita berniat melakukan sesuatu kepada selain-Nya. Bukankah Ia adalah sebaik-baik pencipta dan yang menguasai langit dan bumi. Tempat kita menggantungkan segala doa penuh harap. Harusnya segala hal yang kita kerjakan pun semata-mata karena-Nya. Sekolah, bekerja, belajar, membersihkan rumah, bersilaturahim, mencari ilmu, niatkan semua hal yang kita lakukan untuk mendapat ridho-Nya. Apalah arti hidup jika segala hal yang telah kita lakukan ternyata tidak mendapatkan ridho-Nya serta tidak ada keberkahan yang melingkupi. Bukankah itu sia-sia.

Mari memulai setiap aktivitas kita sehari-hari dengan niat karena Allah, beribadah hanya kepada-Nya. Ibadah yang dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur seorang hamba kepada pencipta-Nya. Agar hal-hal yang kita kerjakan tidak sia-sia dan dihitung sebagai amalan yang dapat memperberat timbangan kebaikan pada hari akhir nanti. Begitupun pengharapanmu, sandarkan segala harapan hanya padaNya. Ia yang Maha Mengetahui waktu-waktu terbaik kapan harapan dan doamu dapat dikabulkan.

Ingat jika kau merasa tersesat dan musibah selalu menimpamu.
Tak sanggup dengan terjalnya jalan yang kau lewati serta curamnya bukit yang kau daki.
Kembalikan niatmu hanya pada-Nya.
Yakinlah Tuhanmu menyertaimu, Ia tak pernah jauh dari hamba-Nya yang selalu mengingat-Nya.
Bukankah sesuai firman-Nya, bahwa Ia itu dekat dan mengabulkan permohonan orang yang memohon kepada-Nya.

Ringkasan Ilmu

Jangan Asal Shalat

October 26, 2014

Rangkuman ini baru sempat ditulis ulang pada hari Minggu, 19 Oktober 2014 dan di upload hari ini ketika teringat betapa perlunya untuk menyimpan semua catatan yang ada di buku untuk disalin pada media digital kemudian di upload ke media online. Judul kajian ini cukup menarik, karena ada beberapa yang melakukan sholat hanya sebagai penggugur kewajiban. Ada pula yang melakukan sholatnya selain sebagai sarana berkomunikasi dengan Allah juga sebagai penyelaras kehidupannya. Kajian D’Lisya (Dialog Selepas Isya – more info: link) yang diadakan setiap Jumat ba’da Isya, pada 10 Oktober 2014 yang lalu, diisi oleh Ustadz Hasyim Adnan, Lc. Diawali dengan pertanyaan, “Apakah kalian mendoakan saya sebelum menghadiri kajian ini?”. Semua terdiam. Beliau mengulangi lagi, “Apakah ada yang berdoa kepada Allah agar malam ini saya dapat menyampaikan materi dan dipermudah dalam memberikan ilmu?”. Sekali lagi semua terdiam. Saya pun terdiam, karena jawaban saya tentu tidak. Sebelumnya saya tidak pernah terpikir untuk mendoakan Ustadz/Ustadzah yang akan memberikan ilmu pada kajian yang akan saya datangi. Ternyata etika dalam mendapatkan ilmu ini sama dengan sebelum membaca buku. Yang ayah saya ajarkan pada saya dan adik saya adalah ketika kita akan membaca sebuah buku baru, bacalah Al Fatihah yang ditujukan kepada penulis buku tersebut. Saya dan adik saya tidak pernah menanyakan alasannya, tapi sekarang saya tahu, dengan Al Fatihah yang kita kirimkan pada penulis insya Allah fadhilah yang terdapat pada buku tersebut bermanfaat bagi sang penulis dan kita sebagai pembaca. Beliau tidak memiliki slide show yang dapat di-share, namun menggunakan media papan tulis whiteboard dengan poin-poin berikut:
1. Kisah Sahabat, Ayat dan Hadits
2. Allah memuliakan sholat
3. Keutamaan Sholat
4. Makruh
5. Yang Membatalkan Sholat

I. Kisah Sahabat
Kajian ini diawali dengan kisah sahabat Nabi yang sedang melaksanakan sholat di masjid, sedang Nabi memerhatikan sholatnya. Setelah selesai sholat, sahabat tersebut menghampiri Nabi dan Nabi Muhammad memintanya untuk mengulang sholatnya. Sang sahabat langsung melaksanakan sholat lagi. Setelah selesai sholat, lagi-lagi Nabi Muhammad memintanya untuk mengulangnya lagi. Selesai melaksanakan sholat yang ketiga, sahabat tersebut menghampiri Nabi dan Nabi memintanya untuk melaksanakan sholat lagi karena sholatnya tidak sah. Akhirnya sahabat pun bertanya, mengapa hingga yang ketiga kali pun masih diminta melakukan sholat …… alasan mengapa diminta mengulang sholat karena hilangnya tuma’ninah dalam setiap gerakan sholatnya.

Ada kisah lain mengenai sahabat Nabi, yaitu 3 orang sahabat yang berkata pada Nabi akan beribadah terus sehingga tidak akan menikah. Seorang yang lain akan berpuasa terus-menerus dan yang terakhir akan melaksanakan sholat terus-menerus bahkan antara isya hingga subuh. Rasul melarangnya karena disamping beribadah pada Allah, Rasul tetap berinteraksi kepada sesama manusia.
Adanya larangan beribadah yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasul dan berlebih-lebihan.

Continue Reading

Ringkasan Ilmu

Tadabbur Surah Al Baqarah 119-121

October 23, 2014

Untuk menyelesaikan tadabbur tiga ayat dari Surat Al Baqarah ini diperlukan dua sesi kelas Tadabbur Kamis Malam di AQL (Ar Rahman Quranic Learning) Islamic Center Jl. Tebet Utara I No 40. Sesi pertama pada hari kamis, 2 Oktober 2014 dan sesi kedua tanggal 16 Oktober 2014. Tema dari ketiga ayat tersebut adalah Peringatan Agar Tidak Mengikuti Yahudi dan Nasrani. Seperti biasa sebelum dimulai banyak pesan ‘sponsor’ dari teman-teman kelas lain. Untuk diketahui, di AQL ini sangat banyak unit kegiatan. Untuk para pemuda difasilitasi oleh YI-Lead, untuk remaja adalah QGen. Selain itu ada pula kelas tadabbur quran untuk ibu-ibu di hari kamis pagi. Masih banyak unit lain di AQL yang dapat diketahui melalui link yang saya share pada info di akhir paragraf ini. Ustadz Bachtiar Nasir memulai kelas malam itu sekitar pukul 20:30. Dan sebelum kita men-tadabbur-i sebuah ayat, biasanya kita diminta untuk menghafal ayat tersebut. Jika ayat tersebut pendek, akan sangat mudah, namun apabila yang terjadi adalah sebaliknya, maka dapat dipastikan akan perlu waktu lebih untuk menghafal.
Jika ada tambahan mengenai materi ini, silakan sampaikan melalui kolom Comment di bawah. Semoga rangkuman berikut bermanfaat. Aamiin.
Info: Website AQL, Live Streaming AQLTV.

 

QS. Al Baqarah [2]: 119

إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا ۖ وَلَا تُسْأَلُ عَنْ أَصْحَابِ الْجَحِيمِ

“Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.”

Dari ayat tersebut terdapat 3 poin penting, yaitu:
– Mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran
– Sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan
– Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka. Maka sampaikan kebenaran, perkara lainnya urusan Allah SWT.

Sababunuzul
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas. Pada suatu hari Rasulullah SAW bersabda, “Duhai! Apa yang dilakukan kedua orang tuaku?” Lalu turunlah ayat ini.
Diriwayatkan dari Muqatil, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya Allah menurunkan adzab pada orang-orang Yahudi, niscaya mereka beriman.” Lalu turunlah ayat ini.

Tafsir dengan Al Quran

وَلَئِنْ أَتَيْتَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ بِكُلِّ آيَةٍ مَا تَبِعُوا قِبْلَتَكَ ۚ وَمَا أَنْتَ بِتَابِعٍ قِبْلَتَهُمْ ۚ وَمَا بَعْضُهُمْ بِتَابِعٍ قِبْلَةَ بَعْضٍ ۚ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ إِنَّكَ إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ

“Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamupun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebahagian merekapun tidak akan mengikuti kiblat sebahagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu — kalau begitu — termasuk golongan orang-orang yang zalim.” (Al Baqarah [2]: 145)

–sangat sesuai dengan konteks kekinian

Continue Reading

Ringkasan Ilmu

Tadabbur Asmaul Husna – Al Aziz

October 21, 2014

Rangkuman kali ini bersumber dari broadcast WhatsApp yang ditulis oleh @oelpha_hasana (Minggu, 18 Oktober 2014), karena saya mengikuti kajiannya via live streaming www.aqltv.com dan hanya mengambil screenshot saja. Semoga rangkuman ini bermanfaat.

Al Aziz – Allah Maha Perkasa

Tidak ada jalan dakwah seperti karpet merah tak berduri …
Tidak ada jalan dakwah yang mulus mulus saja….

Al aziz berasal dari kata azza wa izzu

Makna Secara kata : sedikit , tidak mempunya tandingan
Makna Secara kandungan :
Kekuatan
Kemenangan
Mulia
Ada 92 al aziz dalam al qur’an.

Kuat

Yasiin – 14

إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ

(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: “Sesungguhnya a adalah orang-orang di utus kepadamu”.

》Ummat muhammad saw adalah umat yang memiliki izzah .
》Orang yang merasa cukup bersama Allah walau sendirian, merasa yakin bahwa bersama Allah kita pasti menang .
》Izzah adalah keberanian merasa cukup bersama Allah
》Orang yang memiliki izzah di dalam hatinya maka dia yakin permit nya hanya kepada Allah
》orang yang memiliki izzah ketika menghadapi dalam perjuangan dan Tantangan dlm hidup tetaplah maju.
》Orang yang ingin berjuang di jalan Allah yang pertama bertemu adalah melawan musuh2 Allah

Allah memerangi 3 golongan :
1. Pelaku riba
Riba adalah bentuk orang kuat menekan orang lemah
2. Pelaku kemusyrikan
Orang yang merusak ketauhidan dan ibadah kepada Allah
3. Pelaku penentang wali Allah
Orang2 yang memerangi pelaku kebaikan

Orang2 yang memiliki izzah akan bersama Allah memerangi 3 golongan tsb.

Menang

Shaad : 23

إِنَّ هَٰذَا أَخِي لَهُ تِسْعٌ وَتِسْعُونَ نَعْجَةً وَلِيَ نَعْجَةٌ وَاحِدَةٌ فَقَالَ أَكْفِلْنِيهَا وَعَزَّنِي فِي الْخِطَابِ

Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja. Maka dia berkata: “Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan”.

Yusuf : 21

ِ ………ۚ وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰ أَمْرِهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

….. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.

》Milik Allah lah yang memiliki kemuliaan dan kekuasaan

Continue Reading

Ringkasan Ilmu

Apakah Allah Mencintaiku

October 21, 2014

Apakah aku dicintai Allah?

Sungguh pertanyaan ini berkecamuk dalam pikiran dan perasaanku….

Aku teringat bahwa kecintaan Allah terhadap hamba-Nya bukan datang seenaknya hamba, tapi karena sebab-sebab yang disebutkan oleh Allah dalam kitab-Nya.

Aku coba untuk mentadabburi dan memutar file-file tentang hal itu yang terdapat di dalam al-Qur’an. Aku berusaha mengukur diriku terhadap ayat-ayat itu dengan harapan aku menemukan jawaban terhadap kegundahan ini.

Semoga aku termasuk ke dalam kelompok orang yang dicintai Allah.

1. Pertama sekali aku menemukan ayat al Qur’an yang mengatakan bahwa…

ALLAH MENCINTAI ORANG YANG BERTAQWA.

Namun sayang, langsung batin ku berkata dengan jujur, aku tidak termasuk ke dalam golongan ini.

2. Langkah kedua, aku ketemu ayat yang mengatakan bahwa…

ALLAH MENCINTAI ORANG YANG SABAR.

Dengan penuh pengakuan tulus batinku langsung mengakui, teramat jauh diriku dari kelas bergengsi ini.

Betapa aku tidak mampu bersabar dalam menghadapi segala hal.

Continue Reading